Berita Kesehatan

Dianggap Sebagai Pengalaman Spiritual, Bagaimana Sains Menjelaskan Soal Mati Suri?

Seseorang yang mengalami mati suri sendiri secara klinis sudah dinyatakan meninggal dunia, sebelum ahirnya hidup kembali.

Dianggap Sebagai Pengalaman Spiritual, Bagaimana Sains Menjelaskan Soal Mati Suri?
The Inquisitr
Ilustrasi Mati Suri 

* Tidak ada penyebab seperti cedera kepala

* Tidak mengonsumsi obat dalam tubuh yang dapat menyebabkan kematian

* Tidak ada darah yang bersirkulasi ke otak, seperti yang ditunjukkan oleh angiografi.

Biasanya fenomena mati suri dianggap sebagai pengalaman spiritual di mana orang-orang yang mati suri mengalami kejadian-kejadian yang di luar nalar.

Hari Pahlawan, Manado Teater Holic (MTH) Kreatif Menggelar Pementasan di Aula Kantor Gubernur

Sementara menurut catatan penelitian, sekitar 4 hingg 15 persen penduduk dunia pernah mengalami mati suri, seharusnya fenomena ini tidak lagi menjadi misteri.

Namun pada kenyataannya masih banyak pertanyaan yang belum terungkap mengenai mati suri, dan para ahli masih terus berusaha untuk mencari jawabannya.

Salah satu pendekatan yang dilakukan oleh para ahli adalah menyelidiki pengalaman orang-orang yang mati suri.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Frontiers Research of Neuroscience tahun 2017, Charlotte Martial dari University Liège di Belgia dan timnya mengumpulkan beragam pengalaman orang-orang yang pernah mengalami mati suri atau Near Death Experience.

Secara total, Martial dan timnya berhasil mengumpulkan 154 kisah mati suri dari 154 orang yang berbeda.

Dari seluruh responden ini, 80 persen melaporkan merasakan kedamaian saat mati suri, 69 persen melihat cahaya terang dan 64 persen menemui roh-roh orang yang sudah meninggal.

Halaman
1234
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved