Politik

Nasdem Diminta untuk Tegas, Silakan Jadi Oposisi tapi Tarik Semua Menteri dalam Kabinet

Menurut Dede, Partai Nasdem harus menunjukan konsistensi mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Nasdem Diminta untuk Tegas, Silakan Jadi Oposisi tapi Tarik Semua Menteri dalam Kabinet
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat membuka Kongres II Partai NasDem di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Manuver Politik Partai Nasdem tampaknya dibanjiri kecaman dari pendukung Presiden Jokowi.

Mulai dari polemik pelukan dengan petinggi partai oposisi PKS hingga Anies Baswedan yang disebut diutamakan daripada Presiden Jokowi.

Hal tersebut disinggung oleh salah satu mantan Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf pada pilpres 2019, Dede Budhyarto.

Dede Budhyarto meminta Partai Nasdem tidak melakukan manuver-manuver yang bisa mengganggu kerja Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf.

Menurut Dede, Partai Nasdem harus menunjukan konsistensi mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Kalau mau keluar, silakan, jangan bermanuver-lah yang mengganggu pemerintah dan menghambat kerja pemerintah Jokowi," ujar Dede di Jakarta, Sabtu (9/11/2019). 

Dede menilai, Partai Nasdem lebih bagus memilih cara elegan jika merasa tidak nyaman berada di kabinet Jokowi. Cara tersebut, kata dia, adalah menjadi oposisi bersama PKS dan PAN. 

"Tegas-tegasan saja. Kalau mau mewujudkan restorasi perubahan, ya sudah menjadi oposisi sekalian, keluar saja dari koalisi, tarik semua menteri. Itu lebih elegan," tandas pegiat media sosial ini.

Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh ( kanan).
Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh ( kanan). ((Warta Kota/Henry Lopulalan))

Dede mangatakan pendukung Jokowi khususnya para netizen kecewa dengan langkah Partai Nasdem yang bertemu PKS dan Anies Baswedan termasuk pernyataan-pernyataannya yang cenderung menyindir Jokowi dan partai koalisi lainnya. 

"Teman-teman netizen yang mendukung Jokowi sudah pada memprotes bahwa cara yang dilakukan Partai Nasdem kurang etis, padahal sudah dua kali mendukung Jokowi dengan mengusung misi restorasi," ungkap dia. 

Halaman
123
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved