Sulawesi Utara

BKSDA Bilang Belum Ada Publikasi Jumlah Pasti Yaki di Seluruh Sulut

Belum adanya publikasi resmi jumlah pasti populasi Yaki atau Macaca Nigra di seluruh Sulawesi Utara (Sulut) ini.

BKSDA Bilang Belum Ada Publikasi Jumlah Pasti Yaki di Seluruh Sulut
TRIBUN MANADO/DEWANGGA ARDHIANANTA
BKSDA Bilang Belum Ada Publikasi Jumlah Pasti Yaki di Seluruh Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Belum adanya publikasi resmi jumlah pasti populasi Yaki atau Macaca Nigra di seluruh Sulawesi Utara (Sulut) ini.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut masih melakukan survei untuk mengetahui jumlah populasi Yaki.

Hal ini dikatakan BKSDA Sulut melalui Hari Sobirin, petugas Pengendalian Ekosistem Hutan (PEH).

"Kami juga baru melakukan survei di Cagar Alam Dua Saudara bekerja sama dengan Epas," kata Hari, Jumat (08/11/2019).

Ia menambahkan, Cagar Alam Tangkoko juga telah dilakukan survei populasi.

"Kalau jumlah seluruhnya, belum ada lembaga yang melakukan publikasi mengenai populasi Yaki keseluruhan di daerah Sulawesi Utara," jelas Hari.

Hari Sobirin, staff Pengendalian Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Sulut, Jumat (09/11/2019).
Hari Sobirin, staff Pengendalian Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Sulut, Jumat (09/11/2019). (TRIBUN MANADO/DEWANGGA ARDHIANANTA)

Hari mengaku persebaran populasi Yaki sampai di Kotamobagu tepatnya di daerah Taman Nasional Bogani Nani Wartanone.

"Survei menyeluruh populasi Yaki yang pernah saya baca sekira tahun 2010 hanya dengan metode rapid assessment," kata Hari.

Lanjutnya, penilaian atau survei densitas (kepadatan) tersebut bukan termasuk jumlah populasi pasti Yaki namun metode secara cepat oleh penelitian seorang dosen bernama Dr Saroyo.

"Selain itu, menurut informasi di Pulau Bacan Maluku juga banyak populasi Yaki namun bukan termasuk daerah Sulut," tambah Hari.

Halaman
12
Penulis: Dewangga Ardhiananta
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved