NEWS

Menkeu Ungkap Ada Desa Fiktif, Padahal Prosesnya Panjang Hingga Persiapan 3 Tahun, Begini Tahapannya

Menkeu Ungkap Ada Desa Fiktif, Padahal Prosesnya Panjang Hingga Persiapan 3 Tahun, Begini Tahapannya

Menkeu Ungkap Ada Desa Fiktif, Padahal Prosesnya Panjang Hingga Persiapan 3 Tahun, Begini Tahapannya
dok. Kemendes PDTT
Kepala Desa Kedaburapat, Mahadi mengatakan, untuk menunjang aktivitas ekonomi petani kopi Liberika Meranti, dana desa yang diterima Desa Kedaburapat dimanfaatkan untuk memperbaiki jalan usaha tani. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap adanya sejumlah desa fiktif. Padahal prosesnya panjang hingga persiapan 3 tahun. Begini Tahapannya.

Beberapa waktu lalu diungkap adanya desa fiktif yang menerima kucuran dana desa dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Saat dihubungi Tribun Network, Jumat (8/11/2019), Kepala Pusat Penerangan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) Bahtiar mengatakan pemekaran atau pembentukan desa baru merupakan kewenangan pemerintah daerah yang dituangkan dalam peraturan daerah atau perda.

Bahtiar menegaskan pemekaran desa harus melalui proses yang panjang sebelum diterbitkan perda pembentukan desa baru.

“Permintaan itu diajukan oleh kecamatan, tapi harus didahului musyawarah dengan masyarakat, agar mereka tahu bahwa desanya akan dibelah menjadi dua atau tiga bagian. Masyarakat harus dilibatkan,” kata Bahtiar.

Bahtiar menegaskan bila warga tidak menghendaki adanya pemekaran maka proses itu bisa dihentikan.

Jika warga setuju maka selanjutnya kecamatan akan menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah kabupaten atau Pemkab.

Pemkab kemudian mengkaji kelayakannya secara objektif melalui sejumlah poin seperti sebaran penduduk, luas wilayah, aksesibilitas hingga potensi ekonomi yang ada di wilayah calon desa.

Selanjutnya rekomendasi diajukan ke pemerintah provinsi atau pemprov yang juga akan melakukan verifikasi.

“Setelah disetujui baru pemprov menyerahkan ke Kemendagri untuk diberi nomor registrasi,” terangnya.

Halaman
12
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved