Polemik AKD DPRD Minsel, Taufik Tumbelaka: Dibutuhkan Jiwa Besar Dari Wakil Rakyat

Polemik yang terjadi di DPRD Minsel terkait pembahasan AKD menimbukan keprihatinan karena terkesan menimbulkan dua blok besar.

Polemik AKD DPRD Minsel, Taufik Tumbelaka: Dibutuhkan Jiwa Besar Dari Wakil Rakyat
ISTIMEWA
Kantor DPRD Minsel

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polemik yang terjadi di DPRD Minsel terkait pembahasan AKD menimbukan keprihatinan karena terkesan menimbulkan dua blok besar yang seperti tidak menemukan titik temu sehingga terinformasi pada tahapan pembahasan tidak lengkap.

"Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi jika masing-masing mau mengedepankan kepentingan bersama yang lebih luas guna kebaikan daerah, dalam hal ini Minahasa Selatan (Minsel). Gambaran yang terlihat adalah kegagalan meredam dinamika liar sehingga menimbulkan kesan pragmatis yang kuat," kata Taufik Tumbelaka, Kamis (7/11/2019).

Diutarakannya ada kegagalan komunikasi politik dan terus berlanjut karena para elit parpol gagal meredam dan nantinya berpotensi bisa berbuah kurang baik untuk kedepan. Bahkan dapat berimbas citra duet pemimpin Minsel saat ini, Christiany Eugenia Paruntu dan Franky Donny Wongkar kurang baik.

Hal ini dikarenakan Paruntu dan Wongkar dapat dikatakan dua figur politik Minsel namun dikenal luas di kalangan dunia politik Sulut dengan reputasi papan atas.

Paruntu diketahui sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulut yang mentereng. Wongkar dikenal sebagai salah satu politisi yang basik organisatoris terbaik di Sulut sehingga sampai saat ini dipercaya sebagai Sekretaris PDI Perjuangan Sulut beberapa periode.

Ke depan jika tidak dicari titik temu akan dinamika politik kurang sehat dan itu akan menciptakan tidak maksimalnya roda pemerintahan dengan muara merugikan rakyat.

"Untuk itu dibutuhkan kesadaran dan jiwa besar dari para wakil rakyat tentang pentingnya mencari titik temu guna gina memperoleh situasi dan kondisi politk yang pas ditengah perbedaan yang ada. Untuk itu jiwa kepemimpinan dari para wakil rakyat akan diuji." kata Tumbelaka.

Seperti diberitahukan sebelumnya Sidang Paripurna AKD DPRD Minsel akhirnya disahkan. Namun rapat ini hanya dibahas oleh tiga fraksi tanpa dihadiri dan mendapat persetujuan dua fraksi lainnya.

Fraksi-fraksi yang hadir dalam pembahasan itu yakni PDI Perjuangan, Denokrat dan Primanas yang terdiri dari Perindo dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan total 16 anggota dewan.

Sedang fraksi yang tidak hadir atau menolak yakni Golkar dan Nasional Demokrat yang berjumlah 14 legislator.

 Ini Balasan Menohok Surya Paloh soal Sindiran Presiden Jokowi Karena Sikap Politik Nasdem Sekarang

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved