Berita Bolmong
Asal Usul Rambut Merah di Desa di Sulawesi Utara Ini!
Pemandangan berbeda akan anda temui jika mendatangi Desa Bilalang bersatu, kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alexander Pattyranie
MANADOTRIBUN.CO.ID - Pemandangan berbeda akan anda temui jika mendatangi Desa Bilalang bersatu, kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara.
Disana, berkeliaran orang tua, remaja dan anak-anak berambut merah dan bermata coklat.
Itu bukan rambut hasil cat.
Tapi rambut asli.
Beberapa pendapat terkait asal usul rambut tersebut.
Warga desa Tudu Aog, Sudiono Wengke menyatakan, pada abad ke 16, seorang portugis menikah dengan gadis Bilalang.
"Dari hasil perkawinan itu lahirlah bayi berambut merah dan bermata coklat," kata dia.
Pendapat berbeda diutarakan tokoh masyarakat Desa Bilalang 1 Rusli Mokoagow.
Menurut dia, warga Bilalang sudah berambut merah sebelum portugis datang.
"Jikalau memang betul turunan portugis maka harusnya bertubuh tinggi besar," kata dia.
Legenda yang beken di kalangan warga, dahulu kala, seorang wanita hamil meninggal dunia.
Dia ditaruh dalam peti kayu.
Ketika tiga hari kemudian tampaklah seorang bayi dengan rambut merah.
Berambut merah, bermata coklat.
Begitulah ciri fisik sejumlah warga yang bermukim di Desa Bilalang hingga Tudu Aog di Kecamatan Bilalang, Kabupaten olaang Mongondow.
Penelusuran Tribun Manado, ada seratusan warga yang berambut merah dan bermata coklat di wilayah tersebut.
Amatan tribunmanado.co.id, sejumlah warga berambut merah dan bermata coklat.
Namun ada pula yang berambut kuning dengan mata biru.
Terdapat beberapa versi dari asal usul fenomena langka yang beredar di masyarakat.
Ada pendapat yang menyebut warga setempat turunan portugis.
Ada pula yang menyatakan warga sudah berciri fisik demikian sebelum kehadiran portugis.
Salah satu warga yang ditemui tribunmanado.co.id adalah Sandi Pobela.
Selain rambut merah dan mata coklat, ia punya kulit putih dengan bintik - bintik coklat.
Sebut dia, kedua orang tuanya tidak punya ciri demikian.
"Dugaan saya ini dari kakek. Kakek punya ciri seperti ini," katanya.
Seorang adiknya juga punya ciri unik.
Rambutnya berwarna kekuningan.
"Matanya kalau di tempat terang seperti berkilau," kata dia.
Dari cerita tua tua kampung itu, rambut merah dan mata coklat tersebut berasal dari perkawinan orang portugis dan nona Bilalang.
"Namun ada pula pendapat yang menyatakan itu terjadi secara gaib," kata dia.
Punya rambut merah awalnya menyiksa Sandi.
Ia kerap jadi sasaran bully di sekolah.
"Di sekolah saya sering diledek, macam macam mereka katakan, dari orang aneh hingga turunan kompeni," beber dia.
Saat ia kuliah, seorang dosen dari Makassar sempat menarik rambutnya untuk membuktikan jika itu asli.
Jadi sasaran bully, ia pernah berniat mengecat hitam rambutnya.
Lambat laun ia menyadari jika rambut merah dan mata coklat itu adalah karunia Tuhan.
"Ini adalah bukti kebesaran Tuhan, saya tak mau cat hitam," kata dia.
Indira salah satu warga mengaku sering mendapat bully dari teman teman sekolahnya.
Ia sering down.
"Apalagi kalau di cap turunan kompeni," kata dia.
Namun dirinya tetap bangga dengan rambut merahnya.
"Ini karunia Tuhan," kata dia.
(Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis)
BERITA TERPOPULER :
• Ini Balasan Menohok Surya Paloh soal Sindiran Presiden Jokowi Karena Sikap Politik Nasdem Sekarang
• Dapat Kado Apartemen, Ashanty Sebut Anang Pintar: Kalau Tas Kan Cuma Dipakai Sendiri
• Jokowi Tanya ke Surya Paloh Makna Pelukan ke Presiden PKS, Presiden Ingatkan Begini ke Nasdem
TONTON JUGA :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/asal-usul-rambut-merahdi-desa-di-sulawesi-utara-ini.jpg)