News

Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan Hanya Rekayasa? Ini Faktanya

Menanggapai tudingan publik, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini pun memberikan tanggapan.

Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan Hanya Rekayasa? Ini Faktanya
Kolase Tribun Manado/Kompas.com/GARRY ANDREW LOTULUNG/Net
Novel Baswedan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelaku penyiraman air keras Novel Baswedan belum juga berhasil diungkap.

Dua tahun sudah kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan bergulir.

Namun sampai saat ini, kasus tersebut belum juga menemui titik terang.

Penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi pada Selasa 11 April 2017 lalu.

Melansir dari Kompas.com, Saat itu Novel sedang berjalan menuju rumahnya setelah menjalankan shalat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Cairan itu tepat mengenai wajah Novel. Kejadian itu berlangsung begitu cepat sehingga Novel tak sempat mengelak.

Tak ada seorang pun yang berada di lokasi saat peristiwa penyiraman itu terjadi. Novel juga tak bisa melihat jelas pelaku penyerangannya.

Aksi Gubernur Kalteng di laga Kalteng Putra vs Persib Bandung Dikritik PSSI dan GO Indonesia

Inilah Peringkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia yang Terbaik dalam Pengabdian kepada Masyarakat

Novel kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pada sore harinya, Novel dirujuk ke Jakarta Eye Center (JEC) di Menteng, Jakarta Pusat, untuk perawatan dengan alat yang lebih memadai.

Kabar mengenai teror yang dialami Novel kemudian beredar luas di masyarakat.

Halaman
123
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: TribunNewsmaker
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved