Kinerja Emiten Penerbangan Berangsur Mulai Terbang

Kinerja emiten penerbangan membaik pada kuartal III-2019. Dua emiten penerbangan, PT Garuda Indonesia Tbk

Kinerja Emiten Penerbangan Berangsur Mulai Terbang
Wikipedia
MASKAPAI Garuda Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kinerja emiten penerbangan membaik pada kuartal III-2019. Dua emiten penerbangan,  PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) berhasil membalikkan rugi jadi untung.

Wamenag: Semua Pihak Lawan Radikalisme

GIAA berhasil mencatatkan pendapatan US$ 3,54 miliar di akhir kuartal ketiga, naik 9,9% year on year. Kontribusi pendapatan terbesar dari penerbangan berjadwal sebesar US$ 2,79 miliar, disusul penerbangan tidak berjadwal sebanyak US$ 249,9 juta.

Kinerja CMPP di kuartal ketiga tahun ini juga cukup ciamik. AirAsia Indonesia memperoleh laba Rp 422,05 juta. Padahal, periode sama tahun lalu, CMPP rugi Rp 639,16 miliar. Perolehan laba bersih ditopang pendapatan CMPP yang mencapai Rp 4,82 triliun, melejit 66,20%.

Mengutip rilis resminya, selama kuartal III, CMPP berhasil meningkatkan jumlah passengers carried sampai 66%. Tingkat kapasitasnya pun naik 61%. "Selama kuartal III, perusahaan merilis enam rute baru, semuanya rute domestik," tulis CMPP. CMPP menambah dua armada lagi selama periode sama, sehingga total pesawat CMPP 27 unit hingga September 2019.

Aktivis Antikorupsi: Rezim Neo Orba Lahir: Jokowi Hargai Uji Materi UU KPK

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji melihat, industri penerbangan tahun ini lebih baik dibandingtahun lalu. Harga avtur juga lebih stabil. Kuartal III 2019, Garuda mencatatkan penurunan beban usaha 1,9% dari US$ 3,35 miliar menjadi US$ 3,28 miliar. "Harga tiket juga memberikan efek positif," katanya.

Secara fundamental, Nafan bilang, kinerja industri penerbangan sesuai prediksi. Peningkatan pendapatan dan laba menunjukkan manajemen mengimplementasikan kebijakan yang bisa mendongkrak kinerja. Natal dan tahun baru nanti, kata dia, kinerja industri penerbangan bisa meningkat lebih dari 50%.

Tantangan GIAA dan CMPP yaitu pengelolaan rute-rute baru. Mereka harus memperhatikan perkembangan okupansi dari rute baru itu. Nafan merekomendasikan buy GIAA dan  hold saham CMPP.

Petinggi IMF Komentar soal Ibu Kota Baru ke Jokowi

Analis Artha Sekuritas, Nugroho Rahmat Fitriyanto menambahkan, ada beberapa risiko yang dihadapi mereka seperti intervensi pemerintah dan volatilitas harga minyak, dan juga volatilitas kurs. (Ika Puspitasari)

Pendapatan

 
Laba/(Rugi)

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved