Jumlah Investor Pasar Modal Melenting: Sampai November, Jumlah Investor Saham 2,6 Juta

Penambahan jumlah investor pasar modal cukup agresif sepanjang tahun 2019 ini. Hingga November

Jumlah Investor Pasar Modal Melenting: Sampai November, Jumlah Investor Saham 2,6 Juta
kontan.co.id
Pergerakan saham di IDX30 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Penambahan jumlah investor pasar modal cukup agresif sepanjang tahun 2019 ini. Hingga November, menurut Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi, kemarin (1/11), jumlah investor pasar modal sudah mencapai 2,6 juta per November ini.

Jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018 dengan 1,6 juta investor pasar modal, BEI mencatat ada kenaikan sampai 62%.

Pizza Hut Membuka Gerai Hingga Tanah Papua

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menyatakan, jumlah investor pasar modal naik signifikan karena gencarnya bursa melakukan sosialisasi dan penyederhanaan pembuatan Single Investor Identification (SID). Kini, pembuatan SID lebih sederhana dan hanya memakan waktu sehari saja.

“Keberhasilan Bursa menjaring investor ini juga karena jaringan distirbusi pasar modal semakin luas," kata Inarno, pekan lalu. BEI tercatat punya 29 kantor reprenstatif, kemudian 434 galeri investasi di seluruh Indonesia, dan komunitas investasi sebanyak 451 komunitas.

Pipeline IPO

Untuk memperdalam pilihan pasar modal, BEI menargetkan ada 76 efek baru, baik itu dari saham, obligasi, maupun Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Termasuk KIK Efek Beragun Aset (KIK-EBA), exchange traded-fund (ETF), Dana Investasi Real Estat (DIRE), Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).

Khusus untuk Initial Public Offering (IPO) saham, BEI menargetkan ada 57 saham baru yang listing di bursa. Sejauh ini, sudah ada 42 emiten baru yang listing di Bursa.

Aktivis Antikorupsi: Rezim Neo Orba Lahir: Jokowi Hargai Uji Materi UU KPK

Jumlah emiten di bursa masih akan bertambah. Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna menambahkan, hingga akhir Oktober lalu, sudah ada 36 perusahaan yang bakal melantai di bursa. Calon emiten ini menggunakan laporan keuangan Juni  tahu 2019, sehingga tidak ada yang dialihkan ke 2020.

Hanya, Nyoman belum bisa mengumumkan daftar pipeline IPO tersebut. Sebelumnya, disebutkan, salah satunya PT Lion Mentari (Lion Air) yang berencana IPO pada tahun ini. 

Total, di sepanjang 2019, BEI menargetkan mampu memperoleh pendanaan atau raising fund di atas Rp 200 triliun. Hingga Oktober 2019, perolehan angkanya sudah menyentuh hampir Rp 150 triliun.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved