Breaking News:

Berita Ekonomi

Pengusaha Ini Sebut UMP Cukup Tinggi tapi Tidak Sebanding dengan Produktivitas Kerja

Menurutnya, di sisi lain kualitas pekerja masih sangat di bawah standar.

Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
ISTIMEWA
Pengusaha Ini Sebut UMP Cukup Tinggi tapi Tidak Sebanding dengan Produktivitas Kerja 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kenaikan UMP 8,51 % mau tidak mau harus diikuti oleh pengusaha.

Hal ini dikatakan Pengusaha Ivanry Matu, Minggu (03/11/2019).

Tetapi menurutnya, di sisi lain kualitas pekerja masih sangat di bawah standar.

Apalagi di sektor jasa layanan, masih banyak keluhan, belum terampil, banyak sekali minta izin dengan alasan yang tidak jelas.

"Entah ilmu apa lagi yang mau dipakai untuk training ke karyawan, karena mungkin karakter dan kultur yang sudah mengakar itu agak sulit untuk diubah, perlu strategi ekstra, karena kadang juga sikap baik pemilik usaha terhadap karyawan saling di anggap lain karena itu muncul istilah 'kase hati mau jantung',” kata dia.

Kenaikan UMP setiap tahun pasti akan naik, itu sudah perintah UU, dan ini menjadi semacam beban warisan karena akan naik terus, padahal bagi usaha yang bergerak di sektor layanan dan padat karya akan semakin sulit.

Contoh seperti rumah makan di era saat ini dengan layanan pesan online kini muncul dapur-dapur yang tidak terlihat (ghost kitchen), mereka Jual online buka bisnis dari rumah, ada yang hanya pekerjakan 2-3 orang tapi omsetnya cukup besar.

"Hebatnya lagi mereka usaha rumahan yang tidak perlu sewa tempat, dll. Hal ini tentu menjadikan biaya operasional kecil dan pasti harga jual juga murah, dalam hal bayar Pajak juga mereka belum terpantau," ujarnya.

Dibandingkan dengan rumah makan offline dengan biaya Operasional yang sangat besar, perijinan dan biaya investasi, terkadang tidak lagi menutupi, artinya secara hitung-hitungan bisnis tidak layak lagi.

Sementara UMP terus naik, nah kondisi Yang terus menerus seperti itu dibutuhkan strategi mumpuni dan pastinya ada penambahan biaya dan ongkos strategi promosi agar usaha tidak tutup.

"Karena jika usaha tutup akan menimbulkan dampak Yang lain juga, seperti pengangguran dan dampak sosial kemasyarakatan lainnya," ujarnya.

Sebenarnya hal yang baik ketika UMP naik karena akan meningkatkan pendapatan karyawan dan harapannya meningkatkan daya beli, tapi harus dilihat juga bahwa gaji yang di terima untuk belanja di sektor riil bukan untuk bayar hutang, atau belanja pelesir ke luar Daerah.

Intinya uang harus berputar di daerah agar berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Daerah karena akan percuma juga UMP tinggi tapi pertumbuhan ekonomi tidak naik ini kurang Bagus untuk fundamental ekonomi Daerah, semua sektor akan terdampak jika pertumbuhan ekonomi tidak bagus, apalagi orang Manado itu cukup boros dan suka berutang.

"Jadi kenaikan UMP harus dilihat secara cermat dengan menganalisa banyak hal dan dampak secara menyeluruh, tidak masalah UMP naik tapi harus dipikirkan juga pertumbuhan ekonomi harus naik secara bersamaan mengikuti kurva normal antara pertumbuhan ekonomi dan pendapatan," ujar Matu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved