Berita Minsel

Henli Tuela Sebut UMP Naik Tenaga Honorer Paling Merasakan Dampaknya

Para karyawan swasta yang bekerja lama sudah tidak ada pengaruhnya karena perhitungan gaji sudah berbeda dan pastinya sudah lebih dari UMP.

Henli Tuela Sebut UMP Naik Tenaga Honorer Paling Merasakan Dampaknya
ISTIMEWA
Henli Tuela 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menerbitkan Keputusan Nomor 408 tanggal 24 Oktober 2019 tentang penetapan upah minimum provinsi (UMP) Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2020 sebesar Rp 3.310.723.

Besaran ini naik 8,5 persen dari upah sebelumnya.

Tahun 2019 ini besaran UMP Rp 3.051.076.

Pengamat kepemudaan Minsel Henli Tuela, Minggu (03/11/2019) menuturkan kenaikan UMP patut disyukuri dan diapresiasi.

Menurut dia paling merasakan adalah para tenaga honorer atau kontrak di pemerintahan.

"Kalau untuk karyawan swasta hitungannya sudah melampaui UMP dengan pengecualian karyawan harian atau karyawan yang baru mulai bekerja," ujar dia.

Para karyawan swasta yang bekerja lama sudah tidak ada pengaruhnya karena perhitungan gaji sudah berbeda dan pastinya sudah lebih dari UMP.

Tuela menambahkan dampak lain dari kenaikan UMP adalah bisa berpengaruh pada perhitungan iuran BPJS Kesehatan para pekerja yang belum lama ini mengalami kenaikan signifikan.

"Yang perlu dipertegas adalah pemerintah melakukan imbauan dan cek ke perusahaan apakah sudah diterapkan atau tidak.

"Karena dari aturan pun perusahaan masih bisa menangguhkan penerapan UMP dengan faktor-faktor tertentu," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved