Berita Tomohon

Eman Pakai Porong dan Mahwali Scraf saat Membuka Pertunjukan Ikkon Bekraf

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak CA tampil beda saat membuka membuka sekaligus menyaksikan pertunjukan Ikkon Bekraf.

Eman Pakai Porong dan Mahwali Scraf saat Membuka Pertunjukan Ikkon Bekraf
ISTIMEWA
Eman Pakai Porong dan Mahwali Scraf saat Membuka Pertunjukan Ikkon Bekraf 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak CA tampil beda saat membuka membuka sekaligus menyaksikan pertunjukan Ikkon Bekraf.

Dengan Judul “ I Yayat U Santi : The Story of Minahasa’s Highland Warrior” di Amphitheater Woloan, Sabtu (02/11/2019) kemarin.

Sebagai bentuk dukungan Wali Kota pada kesempatan tersebut mengenakan porong atau topi dari kulit kayu Tayapu dan Syal yang di beri nama Mahwali Scraf.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pengembangan Pasar dalam Negeri Yuana Astuti, Kasubid Edukasi Ekonomi Kreatif untuk Publik Mohammad Amin, Kabag Tata Usaha Direktorat Edukasi Amir Hamzah, Mentor Tim Ikkon Tomohon Robert Antonius, Kadis Koperasi dan UKM Kota Tomohon Jane Mendur SE, Budayawan, Tokoh Masyarakat, Tokoh adat dan Jajaran Pemerintah Kota Tomohon.

Eman mengatakan seperti diketahui bahwa Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (Ikkon) merupakan sebuah program yang menempatkan seseorang atau sekelompok pelaku kreatif pada suatu wilayah di Indonesia yang bertujuan untuk mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal.

I Yayat U Santi : The Story of Minahasa’s Highland Warrior sendiri mengangkat cerita legenda Waraney dari pegunungan Minahasa kuno, lesung Mahatus.

Masuknya budaya asing tanpa adanya filter dan penyeimbang budaya lokal akan berpotensi menghancurkan jati diri anak bangsa.

Kegiatan yang dilaksanakan saat ini merupakan sebuah karya yang sangat kreatif dan memberikan dampak positif terhadap pelestarian budaya daerah khususnya di Kota Tomohon.

Pelestarian budaya sangatlah penting khususnya budaya lokal, dimana dengan tetap melestarikan nilai-nilai yang sudah tertanam pada masyarakat sejak lama.

Dengan pelestarian budaya menjadikannya tetap ada atau eksis ditengah zaman modern sekarang ini dan tidak luntur nilai-nilainya oleh perkembangan zaman serta dengan menjunjung tinggi nilai-nilai religius.

Halaman
12
Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved