100 Ribu Ikan Nila Dilepas di Kuala Tulap, Pembukaan Festival Kuala Girian (FKG) Tulap 2 Tahun 2019

Pelepasan 100 ribu bibit ikan jenis nila dan pemberian 200 bibit pohon buah merupakan rangkaian pembukaan Festival Kuala Girian (FKG).

100 Ribu Ikan Nila Dilepas di Kuala Tulap, Pembukaan Festival Kuala Girian (FKG) Tulap 2 Tahun 2019
christian wayongkere/tribun manado
Pelepasan atau penebaran ikan di perairan umum 100 ribu bibit ikan Nila oleh Ny Khouni Lomban Rawung kepala sekolah Sungai dan ketua TP PKK Bitung bersama jajaran sekolah sungai, panitia FKG Tulap 2 Tahun 2019, peserta Festival dan Balai Wilaha Sungai (BWS) Sulawesi I di Kuala Tulap Manembo-Nembo dan Girian. ? 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelepasan 100 ribu bibit ikan jenis nila dan pemberian 200 bibit pohon buah merupakan rangkaian pembukaan Festival Kuala Girian (FKG) Tulap 2 Tahun 2019, di tepi Daerah aliran sungai (DAS) Tulap Kelurahan Manembo-Nembo Kecamatan Matuari Kota Bitung Provinsi Sulut.

Ratusan bibit ikan dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu di lepas langsung ke sungai oleh Ny Khouni Lomban Rawung kepala sekolah Sungai dan juga ketua TP PKK Kota Bitung.

Kemudian pemberian ratusan bibit pohon buah dari BP DAS Tondano didampingi jajaran sekolah Sungai dan panitia pelaksana serta ratusan peserta, Jumat (1/11/2019).

Menurut Ivan Awondatu ketua panitia pelaksana Festival Kuala Girian (FKG) Tulap 2 Tahun 2019 hari pertama telah dilaksanakan sejumlah lomba seperti, cenge (bahasa manado), bia ceklen, spel dan lompat tali (karet).

"Lomba lainnya seperti ba kuku (berteriak), pukul bantal diatas kuala, tahan napas di dalam air sungai, lomba miniatur perahu di Kuala, lomba kupas kepala, lomba mancing, lomba layang-layang, lomba picahkan tempurung kelapa dan susun batu atau Rock balancing akan berlangsung hari ini," kata Ivan, Sabtu (2/11/2019).

FKG Tulap 2 Tahun 2019 yang mengusung tema 'bukan generasi yang berkhianat pada leluhur' diikuti oleh ratusan komunitas pencinta alam, resque, pencinta alam dan lainnya dari berbagai daerah di Sulut.

Mengapa memilih lomba-lomba yang notabennya sudah nyaris tidak ada lagi saat ini, oleh panitia dan sekolah sungai bersepakat harus dilakukan atau digalakkan lagi agar tidak hilang alias punah.

Lomba tersebut merupakan aktivitas yang sering di lakukan anak-anak di waktu lenggang usai sekolah. "Saat ini mulai hilang karena pengaruh handphone dan perkembangan zaman, sehingga melalui FKG ini bisa kita angkat dan munculkan kembali. Ternyata peminatnya banyak," tandasnya.

FKG Tulap 2 Tahun 2019 juga mengambil jargon Muliakan Air Lestarikan Sungai, telah dilakukan pembukaan oleh pemerintah Kota Bitung dalam hal ini Dr Audy Pangemnan sekretaris daerah Kota Bitung.

Mengapresiasi kegiatan FKG Tulap 2 Tahun 2019, ada eduksi yang didapat selama pelaksanaan festival.

Pihaknya selaku pemerintah berharap, kegiatan seperti ini agar bisa lebih di koordinasikan sehingga bisa mendapatkan impact atau dampak lebih besar lagi kedepan.

"Kita ketahui bersama, kota Bitung terus mengupayakan setiap bulannya ada festival dan setiap kecamatan kalau bisa ada kegiatan festivalnya. Sehingga masyarakat akan semakin banyak dapat edukasi, didikan serta hiburan," urai Audy.

Menurutnya, keberadaan air di Kuala atau sungai sebagai sumber kehidupan bagi semua umat manusia.

Untuk itu pihaknya akan terus mengedukasi seluruh masyarakat untuk mencintai lingkungan dan sungai khusus bagi generasi penerus atau generasi emas yang kini duduk di bangku SD, SMP dan SMA untuk peduli terhadap lingkungan.‎(crz)

 Ucapan Belasungkawa Pihak Asia Talent Cup dan MotoGP Atas Berpulangnya Afridza Munandar

 Kisah Tiga Pedagang Bakso Pikul Keliling, Bikin Sedih, Satu Orang Terpisah Menjadi Korban Longsor

 POPULER Kondisi Dylan Carr: Terbangun dari Koma, Kebingungan dan Tak Ingat Kecelakaan Dirinya

Tonton juga Video:

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved