Tokyo Motor Show 2019
Setiap Hari Lahir 300 Hino Dutro CBU di Sini: Hamura Plant
Hamura Plant adalah satu dari empat pabrik truk Hino di Jepang yang setiap hari memproduksi 300 truk Hino Dutro 300 Series.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Selain Museum Hino atau Hino Auto Plaza, yang juga sempat Tribun Manado kunjungi di sela sela Tokyo Motor Show 2019 adalah pabrik perakitan mobil dan truk milik Hino Motors Ltd di Hamura.
Hamura Plant di Midorigaoka, Hamura-shi, Tokyo, adalah satu dari empat pabrik utama Hino Motors Ltd di Jepang yang selama ini memproduksi puluhan ribu unit kendaraan maupun part (suku cadang).
Hamura Plant yang dibangun di lahan seluas 750.000 m2 ini mempekerjakan sekitar 4.400 karyawan. Setiap hari, mereka merakit truk-truk ringan (light duty) Hino 300 Series, axles (as) untuk truk-truk berat (heavy duty), dan suku cadang orisinil kendaraan Toyota.
Berada di Hamura Plant, Tokyo, Jepang, adalah hal yang istimewa. Sebab, selama ini kami hanya melihat andalnya truk-truk Hino yang merajai jalan jalan di Tanah Air, namun belum tahu bagaimana proses produksinya.
Begitu berada di halaman Hamura Plant, kami disambut oleh Mr Toshinori Sasaki dan Mr Kenta Nezuka. Kami adalah rombongan reporter yang mengikuti undangan Hino Motors Ltd dan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) di TMS 2019.
"Mari, silakan masuk," ungkap Mr Toshinori Sasaki dari Plant Management Departement Administration Division, diikuti anggukan badan Mr Kenta Nezuka dari Departement Operations Support Division For Thailand and Indonesia.
Sikap hormat terhadap tamu selalu ditunjukkan para pejabat Hino Motors Ltd, termasuk Mr Kazuharu Ogino, General Manager Administration Division Hamura Plant yang memberikan penjelasan lengkap di akhir sesi kunjungan kami.
Sesuai SOP, Mr Toshinori membawa kami ke ruang meeting untuk dibriefing mengenai Hanura Plant dan seluk-beluknya. Kami juga diberitahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di areal pabrik.
Selain tak boleh merokok dan mengambil gambar di areal-areal tertentu, kami juga dilarang menyentuh apa saja yang ada di depan mata. Wajar, karena pabrik perakitan mobil dan suku cadang ini tengah beroperasi. Salah sentuh sedikit, jari tangan bisa putus terbawa mesin yang terus berputar.
Selain kami, ada beberapa rombongan anak sekolah yang juga datang untuk mempelajari proses produksi mobil dan truk di pabrik terbesar kedua Hino Motors. Terbesar pertama adalah Koga Plant.
Hamura Plant yang beroperasi sejak 1963 ini, selain memproduksi kendaraan brand Hino dan Toyota, juga spare parts dua merek itu, baik untuk pasar domestik Jepang maupun luar negeri.
Brand Toyota yang diproduksi saat kami berkunjung adalah mobil SUV Toyota Landcruiser (LC) Prado. Setiap hari Hamura Plant menghasilkan sekitar 500 unit SUV.
Dari jumlah itu, sekitar dua pertiganya adalah CBU (completely built up), sisanya CKD (completely knock down). Sekitar 80 persen LC adalah setir kiri, untuk pasar Amerika dan Eropa, dan sisanya setir kanan untuk Asia.
Mengapa ada brand Toyota di Hamura Plant? Karena Hino Motors adalah bagian penting dari Nikkei 225 di Tokyo Stock Exchange. Hino Motos Ltd yang sejak 1966 bergabung dengan Toyota Motor Corporation adalah satu dari 15 perusahaan Toyota Group.
Setelah melewati unit yang sejak 2005 merakit LC Prado, sampailah kami di unit yang merakit truk Hino light duty atau Hino Dutro 300 Series.
Di unit perakitan ini kami dibawa agak masuk. Jarak antara kami dan karyawan yang sedang bekerja hanya sekitar dua meter. Meski demikian, kami harus tetap mengikuti jalur yang memang sudah disediakan untuk pengunjung yang sedang study tour.
Di sini, setiap hari ada sekitar 450 karyawan merakit 300 unit Hino Dutro untuk dipasarkan ke 15 negara. Para karyawan itu bekerja dalam dua shift.
Shift pagi mulai pukul 06.30 - 10.40, istirahat 45 menit, masuk lagi pukul 11.25 - 15.20, lalu pulang pukul 15.30. Shift malam dimulai pukul 16.45 - 20.55, istirahat 45 menit, masuk lagi pukul 21.40 - 01.35, lalu pulang pukul 01.45.
Menurut Mr Kazuharu Ogino, dibanding dengan pabrik-pabrik Hino yang lain, Hamura Plant memang paling banyak jumlah karyawannya. "Di sini, hanya pekerjaan-pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh manusia saja yang kami kerjakan dengan robot," ujarnya.
Saat kami berkunjung, tenaga robot bertugas antara lain memasang as dan mesin ke sasis, menyatukan kerangka bodi dengan sasis truk, dan mengusung suku cadang ke titik-titik pemasangan. Sisanya, pemasangan suku cadang yang melengkapi bodi mobil dipasang dengan tenaga manusia.
Robot, kata Mr Ogino, banyak dipakai di Koga Plant, karena di pabrik induk banyak pekerjaan berat dan rumit yang hanya akan efisien jika dikerjakan oleh robot. Misalnya, saat merakit axles untuk truk truk heavy duty.
Saat kami datang di Hamura Plant, ratusan karyawan berderet di sepanjang rel melingkar sepanjang sekitar satu kilometer. Rel itu dilewati bodi kendaraan yang siap dirakit.
Masing-masing karyawan berada di titik titik di sepanjang rel yang lengkap dengan suku cadang dan peralatan untuk memasangnya.Setiap karyawan punya satu tugas khusus, misal memasang kaca depan atau dash board saja, dengan waktu yang sudah ditetapkan.
Begitu bodi truk yang belum komplet tiba di depannya, mereka langsung menyambutnya dengan memasang suku cadang yang menjadi tugasnya. Dalam tempo 3 menit, suku suku cadang sudah terpasang.
Dengan sistem modular ini, satu kendaraan SUV dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 187 detik sekitar 3 menit. Dan dalam sehari semalam, rangkaian kerja modular itu dapat menyelesaikan 500 unit kendaraan CBU siap dipasarkan.
Sedangkan untuk Hino Dutro atau Hino 300 Series, dalam setiap 5,2 menit lahir satu unit truk siap kirim ke berbagai negara. Dan dalam sehari semalam, dapat diproduksi 300 unit kendaraan.
Lalu, bagaimana kalau ada salah pasang atau kurang pas dalam pemasangan? "Di titik titik tertentu ada supervisor. Saat ada kesalahan, mereka menarik tali di atasnya hingga lampu hijau menyala. Nah, saat itu bagian quality control melakukan pembetulan," ujar Mr Toshinori Sasaki.
Meminimalkan human error itulah, katanya, setiap karyawan baru diwajibkan mengikuti pelatihan selama beberapa bulan di bengkel latihan. Kalau sudah mahir, baru diterjunkan ke lapangan.
"Tapi, rata-rata karyawan kami bekerja dengan baik, sehingga kami menjamin kualitas produk yang kami hasilkan," tambah Mr Kazuharu Ogino.
Tak hanya pria yang bekerja di industri otomotif ini. Mr Ogino mengatakan, per April 2019, di Hamura Plant ada sekitar 10 persen tenaga wanita. Mereka banyak menempati posisi sebagai tenaga quality control.
Karyawan asing, lanjutnya, juga ada yang bekerja di Hamura Plant. Ada sekitar 10 orang dari Vietnam. "Tapi, dari Filipina juga ada yang bekerja di sini," tambahnya.
Selain Hamura Plant, Hino Motors juga mempunyai tiga pabrik penting lainnya. Pertama adalah Koga Plant, yang berlokasi di kawasan Nasaki, Koga-shi, Ibaraki. Sekitar 2.000 karyawan bekerja di pabrik seluas 850.000 m2 ini. Produknya adalah truk-truk berat dan medium, Hino 700 Series dan Hino 500 Series.
Selain itu, Koga Plant yang disebut sebagai pabrik induk ini juga melayani berbagai kebutuhan operasional pabrik Hino di luar negeri, termasuk mengekspor perangkat KD (knock down) maupun CKD (completely knock down) untuk perakitan di 22 negara.
Yang kedua adalah Nitta Plant yang berada di atas lahan sekitar 500.000 m2 di Nitta Hayakawa-cho, Ota-shi, Gunma. Pabrik dengan 3.200 karyawan ini memproduksi mesin, transmisi, dan axles (as) untuk truk-truk ringan dan medium, Hino 300 Series dan 500 Series.
Sedangkan yang ketiga, Hino Plant, yang satu lokasi dengan Head Office di Hinodai, Hino-shi, Tokyo. Pabrik seluas 430.000 m2 dengan sekitar 800 karyawan ini memproduksi suku cadang untuk truk-truk medium dan berat (medium and heavy truck). Selain itu, juga stamping parts untuk bodi dan suku cadang untuk mesin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pabrik-hino-dutro-di-hamura-plant.jpg)