Berita Religi

Pimpin Misa Hari Arwah dan Berkati Kubur, Pastor John Rawung Sebut Semua Karena Cinta

Umat Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius Maumbi berdiri di belakang atau kanan kiri kanan makam keluarga.

Pimpin Misa Hari Arwah dan Berkati Kubur, Pastor John Rawung Sebut Semua Karena Cinta
TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Pimpin Misa Hari Arwah dan Berkati Kubur, Pastor John Rawung Sebut Semua Karena Cinta 

Ia mengatakan Santa Faustina selama hidupnya melihat penampakan orang-orang yang sudah meninggal. Ia menceritakan pergumulan untuk mendoakan mereka.

"Hari ini kita mengingatkan kita untuk mendoakan mereka. Ini bulan bagi kita untuk mendoakan mereka," ujarnya.

Guna Doa untuk Arwah

Apakah kita tidak usah berdoa untuk jiwa-jiwa yang sudah meninggal, karena itu menjadi urusan Tuhan sendiri dan doa kita tidak akan berguna bagi mereka?

Menurut www.katolisitas.org, Gereja Katolik mengajarkan bahwa Tuhan berkuasa menentukan apakah seseorang yang meninggal itu masuk surga, neraka, atau jika belum siap masuk surga, dimurnikan terlebih dulu di Api Penyucian.

Dengan Gereja Katolik mengajarkan adanya masa pemurnian di Api Penyucian, membuat doa-doa kita dapat berguna bagi jiwa-jiwa mereka yang sedang dalam tahap pemurnian tersebut.

Bahkan, dengan mendoakan jiwa-jiwa tersebut, kita mengamalkan kasih kepada mereka yang sangat membutuhkannya, dan perbuatan ini sangat berkenan bagi Tuhan (lih. 2 Mak 12:38-45).

Sebenarnya, prinsip dasar ajaran Gereja Katolik untuk mendoakan jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal adalah adanya Persekutuan Orang Kudus yang tidak terputuskan oleh maut.

Rasul Paulus menegaskan “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Rm 8:38-39).

Kuasa kasih Kristus yang mengikat kita semua di dalam satu Tubuh-Nya itulah yang menjadikan adanya tiga status Gereja, yaitu 1) yang masih mengembara di dunia, 2) yang sudah jaya di surga dan 3) yang masih dimurnikan di Api Penyucian.

Halaman
1234
Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved