Penatua Jandri Dikenal Mandiri dan Bertanggungjawab

Sedih masih menyelimuti rumah duka yang berlokasi di lingkungan I, Kelurahan Singkil Kampung Islam, Manado, Sulawesi Utara.

Penatua Jandri Dikenal Mandiri dan Bertanggungjawab
ferdinan ranti/tribun manado
Penatua Jandri Dikenal Mandiri dan Bertanggungjawab 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sedih masih menyelimuti rumah duka yang berlokasi di lingkungan I, Kelurahan Singkil Kampung Islam, Manado, Sulawesi Utara.

Kepergian Penatua Jandri Salasa SPsi, anak kedua dari dua bersaudara ini, membuat sang ibu Maritje Patolengane sangat terpukul.

Tribun Manado menyambangi rumah duka Kamis (31/10/2019), ibu Maritje menangis sembari menceritakan sosok anaknya.

"Saat itu Minggu pagi, saya di suruh dia (almarhum) untuk ke pasar, sata kaget saat pulang pasar dan dapati meninggal dalam keadaan begini," sedihnya.

Lanjutnya, saat itu, ia membeli ikan laut dan ingin memasakkan ikan saus kesukaan almarhum.

"Saya juga tidak tahu kenapa anak saya membuat seperti ini," katanya.

Penatua Jandri merupakan kelahiran Sanger, 10 Januari 1990, alumnus Ukit jurusan Psikologi.

Lanjut sang ibu, anaknya selama ini tidak pernah mengeluh. "Kuliahnya saja, dia berjuang dan biayai sendiri, anaknya memang mandiri," katanya.

Almarhum pada tahun 2018 sebagai Penatua Pemuda, dan saat ini masih aktif sebagai penatua kolom 7, jemaat GMIM Yarden Singkil Kampung Islam.

Kesedihan juga dirasakan oleh tante almarhum Yospineke Patolongane, ia mengatakan, ponakannya itu di kenal sosok mandiri dan bertanggungjawab.

Halaman
12
Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved