Kegiatan PKM Kecamatan Suluun-Tareran Cegah Dan Kendalikan Penyakit Pirai (Supi) Pada Petani

Frekuensi penyakit persendian termasuk penyakit Pirai di Provinsi Sulawesi Utara terbilang cukup tinggi karena berada pada urutan kedelapan provinsi

Kegiatan PKM Kecamatan Suluun-Tareran Cegah Dan Kendalikan Penyakit Pirai (Supi) Pada Petani
istimewa
Kegiatan PKM Desa Suluun-Tareran Cegah Dan Kendalikan Penyakit Pirai (Supi) Pada Petani 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Tim Pelaksana: dr. Budi T. Ratag, MPH, Prof.Dr.dr. Grace D. Kandou,M.Kes bersama 4 orang mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat.

Frekuensi penyakit persendian termasuk penyakit Pirai di Provinsi Sulawesi Utara terbilang cukup tinggi karena berada pada urutan kedelapan provinsi dengan persentase tertinggi di Indonesia berdasarkan laporan hasil Riset Kesehatan Dasar  terbaru tahun 2018.

Kegiatan PKM Desa Suluun-Tareran Cegah Dan Kendalikan Penyakit Pirai (Supi) Pada Petani
Kegiatan PKM Desa Suluun-Tareran Cegah Dan Kendalikan Penyakit Pirai (Supi) Pada Petani (istimewa)

Secara nasional, persentase penyakit sendi pada responden berumur 15 tahun ke atas dilaporkan sebesar 7,3% dan Provinsi Sulawesi Utara berada di atas rata-rata nasional. 

Kondisi kesehatan adalah salah satu faktor esensial yang akan menentukan produktivitas petani dalam mencari nafkah sehari-hari dimana umumnya para petani lebih dominan menggunakan dan mengandalkan kekuatan fisik.

Salah satu penyakit sendi yang dapat menghambat aktivitas petani yaitu penyakit Pirai (Gouty arthritis) atau dikenal dengan Penyakit “Supi” dimana sebagian penderita ini akan mengalami nyeri hebat pada persendian.

Komplikasi seperti gangguan ginjal dan gangguan lambung dapat terjadi jika tidak ada upaya pengendalian penyakit dengan cepat dan tepat.

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui para dosen dan mahasiswa di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sam Ratulangi.

Adapun focus kegiatannya berupa upaya penyuluhan kesehatan, screening penyakit serta konsultasi dan pengobatan sesuai indikasi.

Melalui kegiatan ini diharapkan kelompok petani, bisa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang penyakit Pirai (Gouty arthritis) atau “Supi”, pola makan yang benar dan deteksi dini penyakit sehingga bisa dilakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendaliannya.

Editor: Enjelita Sandra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved