Breaking News:

Ini Alasan Mengapa Berteriak pada Si Kecil Membahayakan

Memberikan labelling sembari berteriak kepada Si Kecil merupakan hal yang tidak bisa dibenarkan.

Editor:
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Memberikan labelling sembari berteriak kepada Si Kecil merupakan hal yang tidak bisa dibenarkan.

Pasalnya, labelling sendiri dapat membentuk konsep diri Si Kecil jadi negatif bahkan jika diberikan secara berteriak dapat membahayakan Si Kecil.

Mengapa membahayakan? Melansir dari Very Well Family, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Child Development melaporkan bahwa berteriak dan disiplin verbal yang keras memiliki konsekuensi serius pada anak-anak.

Dalam penelitian itu menyebutkan berteriak meningkatkan masalah perilaku dan gejala depresi ketika Si Kecil tumbuh remaja.

Moms dan Dads berteriak karena kita kehilangan kesabaran akibatnya kita malah membuat komentar yang menghina.

Ini bisa sangat merugikan citra diri anak.

Ketika Si Kecil mencapai usia remaja (usia di mana mereka mulai mengembangkan identitas yang terpisah dari orangtua mereka), Si Kecil rentan terhadap disiplin yang keras.

Studi ini menemukan bahwa anak-anak dalam kelompok usia ini yang mengalami disiplin verbal yang keras lebih cenderung menunjukkan perilaku agresif dan kekerasan.

Terlepas dari konsekuensi teriakan, hampir setiap orangtua kadang-kadang berteriak.

Sebuah studi yang diterbitkan pada 2003 di Journal of Marriage and Family menemukan bahwa 90% orangtua mengatakan mereka berteriak.

Dari keluarga dengan anak-anak di atas usia 7 tahun, hampir 100 persen peserta mengakui berteriak pada anak-anak mereka.

Kenapa berteriak tidak mempan?

Berteriak tidak hanya membahayakan buat Si Kecil tapi juga bukan strategi disiplin yang efektif.

Ini alasan sebaiknya Moms dan Dads berpikir dua kali sebelum berteriak kepada Si Kecil.

Halaman
12
Sumber: Nakita
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved