Bukit Asam Pertahankan Target Produksi

Industri komoditas batubara tengah redup. Namun, hal ini tidak membuat PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mempertimbangkan

Bukit Asam Pertahankan Target Produksi
kompas.com
Pengangkutan hasil tambang batubara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Industri komoditas batubara tengah redup. Namun, hal ini tidak membuat PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mempertimbangkan untuk merevisi target.

IHSG Kena Imbas Perang Dagang dan Brexit, Prediksi Rupiah: Menanti FOMC

Dari sisi produksi, target PTBA tetap dipertahankan pada angka 27,3 juta ton atau naik 3% dibanding realisasi tahun lalu sebesar 26,4 juta ton. Sedangkan volume penjualannya ditargetkan naik 15% menjadi 28,4 juta ton.

Hingga September 2019, PTBA telah menjual batubara 20,6 juta ton , naik 10,7% secara tahunan. Adapun volume produksi perusahaan ini naik 9,6% menjadi 21,6 juta ton batubara.

“Belum ada revisi, target sesuai rencana semula,” ujar Sekretaris Perusahaan PTBA Suherman kepada KONTAN, Senin (28/10).

Namun, di tengah kondisi harga batubara yang kurang baik, menggenjot produksi di satu sisi memberikan konsekuensi berupa tekanan pada kinerja keuangan. Terutama akibat naiknya beban pokok yang harus ditanggung.

Hal itu juga tercermin dari kinerja keuangan emiten pelat merah tersebut. Pendapatan PTBA hingga kuartal III-2019 hanya naik tipis, 1,36% secara tahunan menjadi Rp 16,25 triliun.

Sementara, beban pokok PTBA naik 12,6% mejadi Rp 10,25 triliun. Kenaikan ini searah dengan rasio pengupasan tanah (stripping ratio) menjadi 4,6 bank cubic meters per ton (bcm/ton) dari sebelumnya 4,1 bcm/ton hingga kuartal III tahun lalu.

Pemicu lain kenaikan beban pokok perusahaan adalah biaya angkutan kereta seiring dengan peningkatan produksi batubara perusahaan. Imbasnya, laba bersih PTBA susut 21% menjadi Rp 3,1 triliun akibat tekanan-tekanan tersebut.

Sebanyak 153 Koperasi Berpraktik Investasi Bodong

Oleh sebab itu, PTBA bakal menjadikan operasional bisnisnya lebih efisien. Salah satu cara yang dilakukan adalah, dengan optimalisasi pengangkutan batubara melalui proyek angkutan kereta Tanjung Enim –Tarahan  yang direncanakan selesai tahun ini dengan kapasitas 20,3 juta ton per tahun. Pada 2020, kapasitas angkut jalur ini akan meningkat jadi 25 juta ton per tahun.

Selain itu, PTBA juga terus menjual batubara kalori tinggi yang memiliki margin lebih tebal ke sejumlah negara. Targetnya tahun ini sebesar 3,8 juta ton. Adapun realisasi hingga September kemarin sebesar 1,9 juta ton.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved