Proyeksi: IHSG Diwarnai Sentimen Global, Rupiah Punya Kekuatan Suku Bunga

Bank Indonesia (BI) kembai memangkas suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) 25 basis poin

Proyeksi: IHSG Diwarnai Sentimen Global, Rupiah Punya Kekuatan Suku Bunga
antara
Penutupan perdagangan IHSG di lantai Bursa Efek Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembai memangkas suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) 25 basis poin menjadi 5%. Keputusan ini pula menyokong  otot rupiah.

Akhir pekan lalu, kurs spot rupiah menguat 0,15% ke Rp 14.038 per dollar Amerika Serikat (AS). Sementara, kurs tengah rupiah BI melemah 0,49% menjadi Rp 14.064 per dollar AS.

Laba Anjlok, AKRA Yakin Bisa Kelola Risiko

Fikri C. Permana Ekonom Pefindo mengatakan rupiah menguat karena terpengaruh penurunan suku bunga acuan. Penurunan menandakan bahwa BI optimistis pada pertumbuhan ekonomi ke depan.  Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong menambahkan,  rupiah menguat karena dollar AS tertekan akibat ekspektasi penurunan Federal Fund Rate (FFR) di pekan ini.  Suku bunga turun menambah kepercayaan investor sehingga menambah otot rupiah.

Fikri memprediksi rupiah akan menguat terbatas di rentang Rp 13.980 per dollar AS-Rp 14.080 per dollar AS. Adapun, Lukman memproyeksikan rupiah menguat di Rp 14.000-Rp 14.075 per dollar AS.

Proyeksi IHSG Diwarnai Sentimen Global

Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi di akhir pekan lalu sepertinya akan berlanjut di awal pekan ini, Senin (28/10). IHSG ditutup turun 1,38% ke 6.252,35 pada Jumat (25/10).

Jadi Wamen, Gaji Kartika Turun: Bursa Calon Dirut Mandiri Mulai Mengemuka

Potensi penurunan tersebut karena faktor eksternal yang belum mendukung. Para analis menilai, setelah pekan lalu banyak diimbangi dari sentimen domestik. Analis Jasa Capital Sekuritas Chris Apriliony memproyeksikan, arah bunga The Fed yang akan ditentukan pada tengah pekan ini akan mewarnai pergerakan IHSG.

Tak hanya itu, Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee melihat, IHSG hari ini akan dipengaruhi perkembangan Inggris keluar dari zona Eropa alias Brexit yang terkesan masih jauh dari jalan keluar. "Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, perlu waktu lebih lama untuk mempelajari RUU tentang Brexit. Selain itu, Perdana Menteri Inggris juga meminta parlemen mengelar pemilihan umum pada 12 Desember untuk memecahkan kebuntuan politik seputar Brexit," tutur Hans.

Hans menilai, IHSG juga ada diwarnai sentimen perang dagang pasca perundingan antara China dan Amerika Serikat. Dia memperkirakan, IHSG akan tertopang sentimen perang dagang lantaran menunjukkan perkembangan positif. Dari domestik, Chris menilai, belum ada sentimen yang dapat mempengaruhi pasar.

Karena itu, Hans memproyeksikan, IHSG akan konsolidasi cenderung melemah di area support 6.143-6.197 dan resistance di kisaran 6.300 sampai 6.348. Saham yang layak diakumulasikan Hans adalah AKRA, CPIN, TLKM dan UNTR. Tapi kalau menurut Chris, dengan penurunan IHSG di akhir pekan lalu akan ada profit taking sehingga IHSG menguat di 6.230-6270.

Jokowi Minta 2 Tahun Tuntaskan Papua: Tuntaskan Infrastruktur di Pengunungan Arfak

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved