News
Amien Rais Beri Tanggapan Atas Dipilihnya Prabowo Sebagai Menteri Pertahanan
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memberikan tanggapannya terkait diangkatnya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan
TRIBUNMANADO.CO.ID - Prabowo Subianto diangkat Jokowi menjadi menteri Pertahanan di kabinet indonesia maju.
Tanggapan beragam muncul atas dilantiknya Prabowo Subianti sebagai menteri pertahanaan RI.
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memberikan tanggapannya terkait diangkatnya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.
Seperti diketahui Amien Rais dan Prabowo sebelumnya menjadi rival Jokowi baik saat konstelasi pemilihan presiden 2014 dan 2019.
Amien mengatakan bahwa ia tidak merestui ataupun menentang masuknya Prabowo dalam Kabinet Indonesia Maju.
"Kalau saya bapaknya Prabowo, saya merestui. Saya enggak merestui, tidak menolak, tidak melawan juga," kata Amien di Masjid Jami' Karangkajen, Yogyakarta, Minggu (27/10/2019) malam, dikutip Kompas.com.
Tak hanya itu Amien juga mengaku bahwa ia masih menahan diri untuk memberikan kritik terhadap Kabinet Indonesia Maju.
• Sekjen PDIP Sebut Tak Ada Perlakuan Khusus bagi Putra Jokowi yang Maju di Pilwalkot Solo 2020
• Diolok-olok via Meme, Conor McGregor Tantang Rapper 50 Cent
• Kapolda Sulut Lantik 48 Pejabat dan 6 Kapolres Baru
Menurutnya saat ini masih terlalu dini untuk menilai kinerja Kabinet Indonesia Maju.
"Jadi sementara ini saya masih menahan diri, karena saya harus fair, harus sportif. Berikan dulu waktu untuk konsolidasi dan lain-lain. Kalau ternyata sudah enam bulan 'jebulnya' tidak bisa apa-apa, nanti kita buat perhitungan," ujar Amien.
"Jangan belum apa-apa ini (dianggap) kabinet yang tidak profesional, kabinet karut-marut, kabinet yang membuat banyak problem tidak nendang, dan lain-lain," imbuhnya.
Namun jika nantinya Kabinet Indonesia Maju tidak menunjukkan mutu sesuai cita-cita yang dijanjikan, mereka perlu dikritik.
"Kalau jelas tidak bermutu tidak sesuai cita-cita yang dijanjikan maka mengapa tidak lantas kita mengambil peran yang lebih nyata lagi supaya 'dijewer' kalau sampai tidak 'deliver'. Tidak 'deliver' artinya tidak melaksanakan janji-janjinya itu," kata Amien.
Diangkatnya Prabowo menjadi menteri Jokowi ternyata juga menimbulkan beragam pro dan kontra.
• Wakajati Sulut Irup Hari Sumpah Pemuda ke-91
• Tetty Paruntu : Jiwa Sumpah Pemuda Harus Jadi Inspirasi Generasi Masa Kini
• Pebalap Muda Honda DAW Manado Rajai 2 Kelas Ajang Honda Dream Cup Makassar
Berikut pro dan kontra terkait pengangkatan Prabowo menjadi Menteri Pertahanan, dikutip dari Kompas.com:
1. Jokowi Ditinggalkan Projo karena Angkat Prabowo jadi Menteri
Organisasi massa sukarelawan pendukung Joko Widodo (Projo) resmi meninggalkan Jokowi pada Rabu (23/10/2019).
Alasan mundurnya Projo karena mereka tidak bisa menerima Prabowo Subianto masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.
"Ada kekecewaan soal Prabowo jadi Menhan, mengingat Prabowo rival yang cukup keras waktu itu. Kami bertarung cukup keras. Akan tetapi, sekarang menjadi Menhan," ujar Sekretaris Jenderal Projo, Handoko dalam konferensi pers di kantor DPP Projo, Jalan Pancoran Timur Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu, dikutip dari Kompas.com.
Selain Prabowo, para sukarelawan pendukung Jokowi juga kecewa menyaksikan mantan Komisaris Utama Net TV, Wishnutama dalam barisan calon menteri yang dipanggil ke Istana dalam dua hari belakangan.
Menurut mereka, selama ini Wishunatama tidak berkontribusi langsung untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2014 maupun 2019.
2. Gerindra Minta Pengertian dari Relawan Prabowo
Ketua DPD Partai Gerindra, Jatim Soepriyatno meminta pengertian para relawan pendukung Prabowo pada Pilpres 2019 dan seluruh kader Partai Gerindra terkait penunjukan Prabowo menjadi Menteri Pertahanan
Keputusan Ketua Umum Partai Gerindra itu untuk bergabung menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju disebut langkah untuk menyelamatkan bangsa dan negara.
"Kami mohon pengertiannya untuk kader Gerindra dan relawan Pak Prabowo ikut mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin," kata Soepriyatno, seusai konsolidasi Partai Gerindra Jatim jelang Pilkada 2020, Rabu (23/10/2019) malam, dikutip dari Kompas.com.
Bersatu dengan pemerintahan menurut dia adalah hal yang wajar demi kepentingan bangsa dan negara.
• Presiden Jokowi Bertemu Tokoh Masyarakat Papua, Berharap Wamena Kembali Normal
• Adrian Paruntu Duduk di Komisi X, Warga Harap di Minsel Ada Universitas
3. PA 212 Minta Prabowo Waspadai Potensi Reputasi Gerindra Hancur
Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif menanggapi keputusan Prabowo untuk masuk ke Kabinet Kerja Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Slamet mengingatkan Prabowo untuk berhati-hati mengambil keputusan jika dipilih menjadi menteri pada kabinet Jokowi-Ma’ruf.
Sebab ia khawatir keputusan yang diambilnya dapat merusak reputasinya dan menghancurkan partai yang dikuasainya.
"Kami mengingatkan ke Prabowo Subianto untuk hati-hati, jangan sampai dipermalukan di kemudian hari sehingga akan rusak reputasi beliau dan menghancurkan Gerindra di 2024 nanti," ujar Slamet saat dikonfirmasi, Selasa (22/10/2019).
"Kami tidak ingin mencampuri hak pribadi Prabowo, jika itu keputusan yang diambil Prabowo menjadi menhan kita hanya bisa mendoakan semoga ada manfaat buat pertahanan negara dan rakyat," kata Slamet.
Slamet mengatakan, meski Prabowo menjabat menteri dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf, pihak PA 212 akan tetap berpegang pada hasil Ijtima Ulama 4.
"Kami tidak akan rekonsiliasi dengan kekuasaan yang curang dan dzolim. Tidak rekonsiliasi antara haq dan batil," tuturnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunpalu.com