Siap-siap Diguyur Dividen Interim di Akhir Tahun

Memasuki pengujung tahun, sejumlah emiten saham akan menebar dividen interim tahun buku 2019.

Siap-siap Diguyur Dividen Interim di Akhir Tahun
kontan.co.id
Petugas menghitung pecahan 100 ribu rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Memasuki pengujung tahun, sejumlah emiten saham akan menebar dividen interim tahun buku 2019. Setidaknya ada empat emiten  saham yang bakal membagikan dividen interim di pengujung tahun ini.

Mereka adalah PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Wow, Saya Merasa Nadiem Out of The Box: Para Guru Tak Mengira Bos Gojek Jadi Mendikbud

Berdasarkan rasio dividen terhadap laba bersih atau pay out ratio, dividen interim SIDO menjadi yang terbesar. Dengan total nilai dividen interim Rp 327,45 miliar,  pay out ratio dividen SIDO  tercatat setara dengan 87,53% dari laba bersih semester II-2019.

Kendati pay out ratio dividen interim SIDO terbesar, dividen interim ITMG memberikan imbal hasil (dividend yield) tertinggi (lihat tabel).

Semakin tinggi yield dividen, tentu semakin menarik. Namun umumnya, imbal hasil  dividen sebesar 2,5% sudah cukup menarik. "Lebih menarik lagi kalau bisa lebih dari 10%," ujar Bertoni Rio, Analis Anugerah Sekuritas, Jumat (25/10).

Faktor fundamental

Bertoni menjelaskan, secara historis, pengumuman dan cum date dividen saham menarik untuk trading jangka pendek memanfaatkan momentum. "Secara psikologis investor hanya mencari capital gain dibandingkan dengan menerima dividen setelah cum dividen," ujar dia

Meski begitu, yield dividen juga bukan satu-satunya acuan. Terlebih, jika ingin masuk ke saham-saham tersebut untuk jangka waktu yang lebih panjang.

Dari sisi valuasi, price earning ratio (PER) ITMG sekitar 7,6 kali, jauh lebih murah dibanding dengan PER saham SIDO yang sudah mencapai 24 kali.  Namun membandingkan PER dua emiten berbeda sektor industri itu sebenarnya tak sepadan.

Apalagi harga batubara masih tertekan, sehingga berpotensi menekan kinerja keuangan ITMG. "Sementara, SIDO core bisnisnya hanya menyediakan jamu yang konsumen dan jumlah permintaannya terbatas," imbuh Bertoni.

KKB Beraksi Jelang Kedatangan Jokowi: Tiga Tukang Ojek Tewas di Papua

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved