Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rastono Minta Sekolah Perketat Pengawasan Terhadap Barang Bawaan Siswa

Seluruh sekolah di Kotamobagu diminta untuk lebih memperketat pengawasan terhadap keluar masuknya barang di sekolah

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Maickel Karundeng
alpen martinus/tribun manado
Rastono Minta Sekolah Perketat Pengawasan Terhadap Barang Bawaan Siswa 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Seluruh sekolah di Kotamobagu diminta untuk lebih memperketat pengawasan terhadap keluar masuknya barang di sekolah, khususnya yang dibawa oleh siswa.

Hal tersebut harus dilakukan pihak sekolah, untuk mencegah terjadinya tindak kriminal atau kejadian yang bisa membahayakan semua pihak di sekolah, khususya guru dan siswa.

Berkaca dari kejadian tindak kriminal yang dilakukan oleh satu siswa di Manado yang menyebabkan gurunya meninggal dunia.

"Jelas itu sangat mrngancam, makanya perlu dilakukan pendekatan secara fisik sekolah terhadap siswa, sebab memang barang tajam tidak boleh ada di lingkungan sekolah, sehinga perlu pantauan, agar aman untuk anak dan semua warga sekolah," jelas Rastono Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu, Kamis (24/10/2019).

Lebih bagus menurutnya, jika ada satpam bisa memantau keluar masuk barang di sekolah.

"Tapi rata-rata di SMP ada, kalau di SD mungkin ada yang tidak punya Satpam, tapi ada guru piket yang bisa mengawasi aktifitas keluar masuknya orang dan barang di sekolah," jelasnya.

 Habib Rizieq Shihab Masih Bermasalah di Arab Saudi, Menhan Prabowo Subianto Diminta Ambil Tindakan

 Cuitan Agus Harimurti Yudhoyono, Tak Dipilih Presiden Jokowi Jadi Menteri Kabinet Indonesia Maju

Selain itu menurutnya, perlu dilakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan siswa di sekolah.

"Meski bukan barang tajam misalnya, tapi mungkin barang ringan semisal obat yang dapat membahayakan mereka," jelas dia.

Selain itu, pembinaan terhadap mentalitas siswa juga perlu dilakukan.

"Guru harus memberikan perhatian juga berkaitan dengan perkembangan mental anak," jelasnya.

Kalau dulu menurutnya, pembinaan lebih ke fisik, sekarang lebih ke psikologi.

"Guru bukan hanya harus memiliki kemampuan mengajar, tapi kenali karakter anak, berikan pendidikan berprilaku kepada anak, sebab sekarang anak yang dihadapi makin berat," jelasnya..

Nantinya, guru akan diperlengkapi dengan pendidikan soal kepribadian anak. Harus mengikuti perkembangan terbaru.

"Guru harus bisa transfer adab dan etika, karena itulah tugas guru," jelasnya.

Guru dan kepala sekolah mereka sudah arahkan agar mengenali kondisi anak.

Bangun pendidikan mengandalkan kepribadian, harus humanis, ramah anak, dan ramah sosial..

"Tugas paling berat adalah pengendalian psikologi anak, sebab banyak yang mempengaruhi, termasum teknologi," jelasnya.

Sehingga siswa perlu diberikan pembimbingan dari pendidik dan orang tua.

"Jadikan sekolah tempat yang mrnyenangkan," ujar dia.(amg)

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved