KNKT Akhirnya Rilis Hasil Investigasi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610, Ada 9 Faktor Pemicunya

Satu tahun lalu, tepatnya 29 Oktober 2018 pagi, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Karawang

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan pengecekan ban dan turbin pesawat Lion Air PK-LQP untuk dicek lebih lanjut di posko evakuasi Basarnas, Terminal JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (4/11/2018). Tim KNKT membawa dan melakukan pengecekan lebih lanjut pasca temuan bagian-bagian pesawat Lion Air PK-LQP. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya merilis hasil investigasi kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh pada 29 Oktober 2018

Pesawat Lion Air 737 MAX dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang itu mengangkut 189 orang  jatuh di perairan Karawang

Berdasarkan catatan maniferst, 181 orang merupakan penumpang yang terdiri atas 124 laki-laki, 54 perempuan, satu anak-anak, dan dua bayi.

Sementara delapan sisanya merupakan pilot, kopilot, dan enam awak kabin.

Pesawat tersebut berjenis Boeing 737 max 8 yang dibuat tahun 2018.

Lion Air sendiri baru mengoperasikan pesawat itu pada 15 Agustus 2018 dan baru memiliki kurang lebih 800 jam terbang.

Diberitakan Deutsche Welle (DW) Indonesia, Kantor berita Reuters memperoleh transkrip slide yang dipresentasikan oleh para pejabat Indonesia kepada kerabat korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 dalam sebuah pengarahan pada Rabu (23/10/2019).

Laporan lengkap rencananya baru akan dirilis pada hari Jumat (25/10/2019).

Berikut sembilan faktor yang menurut kesimpulan pejabat Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan:

1. Asumsi respons pilot terhadap kerusakan

Halaman
1234
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved