Sulut Maju
Guru Agama Tewas Ditikam Murid Sendiri, Ini Tanggapan Gubernur Olly Dondokambey
TRIBUNMANADO.CO.ID - Guru agama tewas di tangan muridnya sendiri.
Sang guru yang juga seorang pendeta itu Alexander Pangkey (54) warga Desa Sasaran, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara meninggal di RSUP Prof Kandou Manado, Senin (21/10/2019) malam.
Polisi menangkap siswa berinisial FL (16), warga Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado yang jadi tersangka kasus penikaman berujung tewasnya korban.
• Kemendikbud akan Lakukan Evaluasi Mendalam SMK Ichthus
Korban adalah guru agama di SMK Ichthus, tempat FL bersekolah.
Gubernur Sulut, Olly mengatakan, kejadian ini begitu sadis.
"Kita akan melihat akar persoalan ini, kenapa bisa sangat sadis, kita harapkan kejadian ini jangan sampai terulang," kata Gubernur, Jumat (25/10/2019
Ia sampai tak habis pikir kejadian ini bisa terjadi di Sulut
"Kenapa persoalan ini bisa muncul di tengah masyarakat Sulut yang damai?" kata dia
Gubernur akan mengkroscek ke Kadis Pendidikan, kenapa bisa terjadi seperti ini
"Ada kekurangan apa kita akan cek," kata dia.
Pemerintah akan memperkuat pengawasan sekolah. Soal perizinan sekolah itu pun jadi perhatian pemerintah
"Lagi saya suruh cek. Pengawasan sekolah penting, persoalan sekolah ada izin dan tidak ada izin, tapi tindakan kekerasan anak ini sangat kita sesalkan," ungkap dia.
Video penikaman Alexander pun beredar ke publik lewat media sosial.
Dalam video itu seorang remaja mengenakan seragam putih abu-abu menghunuskan pisau panjang kira-kira sepanjang setengah lengan orang dewasa atau kira-kira 45 sentimeter.
Meski sudah meminta tolong, pisau nampak ditusukan ke arah seorang pria beberapa kali.
Korban sempat terkapar, pelaku menghentikan aksinya kemudian berlalu pergi.
Kena tikaman pisau, Korban masih sempat berdiri dan berjalan.
Tersangka FL (16) sudah ditangkap polisi, kasusnya pun masuk dalam proses penyidikan.
Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel, ketika diwawancarai awak media, Selasa (22/10/2019) siang, sekitar pukul 14.30 Wita, mengatakan, bahwa kasus ini sedang ditangani Polresta Manado.
Kronologis kejadian ini, berawal, Senin (21/10/2019) pagi, tersangka FL (16) warga Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut, dan satu temannya terlambat masuk sekolah.
Lanjutnya, tersangka dan temannya itu diberi sanksi untuk menanam bunga di plastik.
Setelah selesai melaksanakan sanksi, mereka berdua duduk di halaman sekolah, sambil merokok.
Katanya juga, prilaku ke dua siswa itu, dilihat oleh korban yang merupakan guru agama mereka.
"Disitulah, korban menegur tersangka dan temannya, agar tidak merokok," ujarnya.
Lanjutnya, teguran dari korban, tidak diterima tersangka. Sehingga, siswa kelas dua itu, pergi ke rumahnya mengambil pisau jenis stanlis.
"Saat tersangka kembali ke sekolah, dia bertemu dengan korban yang saat itu sudah berada di atas sepeda motor," ucapnya.
Dijelaskan Kapolresta, seketika, tersangka langsung menikam korban berulang kali.
"Korban terjatuh dari sepeda motornya, dan lari ke halaman sekolah, sambil minta pertolongan," ujar Bawensel.
Lanjutnya, sayangnya, tersangka terus mengejar korban, dan kembali menikam korban berulang kali saat di halaman sekolah.
"Meski sudah kena tikam, korban sempat berdiri, dan kembali berjalan keluar dari halaman dan meminta pertolongan kepada guru lainnya," ujarnya.
Tambah Kapolresta, setelah puas menikam korban, tersangka, langsung lari dari lokasi kejadian.
"Korban dilarikan ke rumah sakit Auri, dan dirujuk ke rumah sakit Malalayang. Namun sayangnya, korban meninggal dunia di rumah sakit Malalayang," jelasnya.
Dikatakan Kapolresta, untuk tersangka saat ini sudah dibawa ke Polresta Manado, untuk proses lanjut.
"Memang tersangka dibawa umur, tapi untuk proses kasusnya, kami mengenakan KUHP pasal 340 terhadap tersangka, dengan ancaman 20 tahun penjara," tegasnya.
Katanya juga, untuk motifnya, hanya karena korban, tersangka tidak terima teguran dari korban.
"Tersangka memang ada pengaruh alkohol semalam. Saat itu, korban tegur tersangka jangan merokok, dan tersangka sakit hati, pergi mengambil pisau di rumahnya, dan kembali menikam korban," jelasnya. (ryo)
• Habib Rizieq Shihab Masih Bermasalah di Arab Saudi, Menhan Prabowo Subianto Diminta Ambil Tindakan
• Cuitan Agus Harimurti Yudhoyono, Tak Dipilih Presiden Jokowi Jadi Menteri Kabinet Indonesia Maju
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/gubernur-sulut-olly-dondokambey-bahas-dana-pilkada-2020.jpg)