Sosok Menteri Baru

Sosok Tito Karnavian Kapolri Yang Menjadi Mendagri, Siapa Dia dan Bagaimana Kariernya di Kepolisian?

Jenderal Pol Tito Karnavian satu nama yang menyorot perhatian pada pengumuman menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta Pusat,

Sosok Tito Karnavian Kapolri Yang Menjadi Mendagri, Siapa Dia dan Bagaimana Kariernya di Kepolisian?
WARTA KOTA/henry lopulalan
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (no2 kiri) bersama rombongan berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (21/10/2019). Kapolri datang menghadap Presiden Joko Widodo untuk melaporkan situasi kamtibmas terkini dan upaya pengamanan ke depannya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jenderal Pol Tito Karnavian satu nama yang menyorot perhatian pada pengumuman menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).

Presiden Joko Widodo telah memperkenalkan sejumlah menterinya. Ada nama baru ada nama lama. Jenderal Pol Tito Karnavian ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri), setelah sebelumnya menjabat sebagai Kapolri.

Berita sebelumnya yakni Presiden Jokowi memberhentikan Jenderal Pol Tito Karnavian.

Siapakah Tito Karnavian dan bagaimana kariernya di kepolisian?

Tito diketahui merupakan lulusan Akpol 1987, dimana dirinya meraih Adhi Makayasa lantaran menjadi lulusan terbaik. Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Exter di Inggris di tahun 1993 dengan gelar MA bidang Kepolisian.

Ia berkali-kali meraih lulusan terbaik, seperti saat memperoleh gelar Strata 1 (S1) di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 1996 dengan predikat Bintang Wiyata Cendikia alias lulusan terbaik PTIK. Lulusan terbaik kembali didapatkannya saat menempuh pendidikan di Lemhanas tahun 2011.

Pria asal Palembang, Sumatera Selatan itu juga meraih gelar Profesor di bidang terorisme dan dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme di STIK - PTIK pada 2017 silam.

Sementara prestasinya di Korps Bhayangkara juga terbilang moncer. Saat menjabat Kasat Serse Polda Metro Jaya, dirinya berhasil mengungkap kasus bom Kedubes Filipina (2000), bom Bursa Efek Jakarta (2001), bom malam natal (2001) dan bom di Plaza Atrium Senen, dalam kurun waktu tahun 2000-2002.

Atas keberhasilannya menangkap otak pelaku pembunuhan hakim Saifudin Kartasasmita, Tito menerima kenaikan pangkat dari Kompol menjadi AKBP. Ia kemudian dirotasi menjadi Kasat Serse Keamanan Negara (Kamneg) di Polda Metro Jaya.

Sejumlah kasus berhasil diungkapnya, khususnya kasus yang berkaitan dengan bom dan terorisme. Seperti bom JW Marriot (2003), bom di Kedubes Australia (2004), bom Bali II (2005), bom di pasar Tentena, Poso (2005), hingga melumpuhkan gembong teroris Azhari Husin alias Dr Azhari di Batu, Malang, Jawa Timur (2005).

Halaman
12
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved