News

Pasca Pengunduran Diri Tito Karnavian, Tiga Perwira Tinggi Polri Ini Berpeluang Jabat Kapolri

Ada tiga perwira tinggi (pati) Polri berpotensi menempati posisi Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian.

Pasca Pengunduran Diri Tito Karnavian, Tiga Perwira Tinggi Polri Ini Berpeluang Jabat Kapolri
WARTA KOTA/henry lopulalan
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (no2 kiri) bersama rombongan berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (21/10/2019). Kapolri datang menghadap Presiden Joko Widodo untuk melaporkan situasi kamtibmas terkini dan upaya pengamanan ke depannya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasca Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengundurkan diri usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, posisi Kapolri akan menunggu penggantinya.

Analis dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, mengatakan ada tiga perwira tinggi (pati) Polri berpotensi menempati posisi Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian.

Menurut dia, tiga anggota Polri tersebut, yaitu Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono (angkatan 1988), Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Irjen Pol Ahmad Dofiri (angkatan 1989), dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto (angkatan 1989).

"Tiga Jenderal Polisi tersebut diprediksi akan menjadi Kapolri," kata dia, saat dihubungi Selasa (22/10/2019).

Pada Senin kemarin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu diprediksi akan menduduki jabatan baru di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Berselang satu hari kemudian, pada Selasa ini, rapat paripurna DPR, sudah menyetujui pemberhentian Tito Karnavian sebagai Kapolri.

Tito Karnavian merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1987, sehingga untuk pertimbangan regenerasi, Kapolri berikutnya sebaiknya tidak lagi berasal dari angkatan yang sama atau lebih senior.

PERINGATAN Dini BMKG Rabu 23 Oktober 2019, Wilayah Potensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

Tjahjo Kumolo Kembali Dipercaya Jokowi Menjadi Menteri di Kabinet Kerja Jilid II

Seorang Mahasiswa Tega Suntik Mantan Pacarnya Berulang Kali Karena Tak Terima Cintanya Diputus

Sehingga, kata dia, yang paling cocok memimpin Korps Bhayangkara setelah era Tito Karnavian seyogyanya berasal dari lulusan Akpol angkatan 1988 atau 1989.

Dari ketiga nama itu, Karyono menilai, Gatot Eddy sebagai figur terbaik.

Halaman
12
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved