Ini Tandanya Jika Berat Badan Janin Normal dan Sehat

Tidak selamanya pertambahan berat badan Moms berbanding lurus dengan pertambahan berat badan janin.

Ini Tandanya Jika Berat Badan Janin Normal dan Sehat
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Umumnya, ibu hamil lebih fokus pada pertambahan berat badan sendiri, sedangkan pertambahan berat badan janin kurang diperhatikan.

Anggapannya, jika pertambahan berat badan Moms baik, otomatis pertambahan berat badan janin pun baik.

Itu tidaklah salah, karena pertambahan berat badan Moms yang ideal (terkontrol) memang berpengaruh pada pertambahan berat badan janin yang sehat.

Hanya saja, tidak selamanya pertambahan berat badan Moms berbanding lurus dengan pertambahan berat badan janin.

Pasalnya, pertambahan berat badan Moms tak hanya disebabkan oleh keberadaan janin.

Baca Juga: Sederet Kelebihan USG 4 Dimensi, Diagnosa Lebih Cepat hingga Ciptakan Bonding dengan Janin Dalam Kandungan

Berat badan terjadi akibat timbunan lemak, pertambahan berat rahim, cairan ketuban, volume darah, cairan dalam jaringan tubuh, juga pembesaran payudara.

Itulah mengapa, selain memantau pertambahan berat badan sendiri, ibu hamil juga dianjurkan memantau pertambahan berat badan janinnya dengan baik lewat USG atau pemeriksaan dokter. 

Meski dapat dipantau sejak awal kehamilan, namun pertambahan berat badan janin umumnya baru dihitung di pertengahan kehamilan sampai usia kehamilan 37 minggu.

Umumnya pertambahan berat badan janin bersifat linier.

Halaman
12
Editor: Rine Araro
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved