Sulawesi Utara

Siswa dan Guru Tewas Berturut-turut, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan Daerah Ini?

Kedua kasus ini kebetulan terjadi di institusi pendidikan di Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Siswa dan Guru Tewas Berturut-turut, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan Daerah Ini?
Istimewa
Guru Agama Tewas Ditikam Siswa Gara-Gara Ditegur Merokok, Ini Tanggapan Kadis Pendidikan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dunia pendidikan Sulawesi Utara (Sulut) kembali tercoreng.

Peristiwa ini kembali menorehkan duka mendalam bagi dunia pendidikan.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA)  Sulut, Jull Takaliuang mengatakan, rasanya belum sebulan di ingatan  tewasnya Fandly Lenonghide (14) dijemur dan disuruh berlari keliling lapangan oleh gurunya.

Senin (21/10/2019), seorang Guru Agama Alexander Werupangkey yang mengajar di SMK Ikhtus Mapanget tewas ditikam FL (16) muridnya sendiri. 

Kedua kasus ini kebetulan terjadi di institusi pendidikan di Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Jull mengatakan, dunia pendidikan mestinya menjadi arena pertumbuhan karakter yang baik dalam tatanan komunikasi yang sejuk dan nyaman antar semua pihak 

"Komunikasi yang sejuk dan nyaman antar guru dengan murid, guru dengan orang tua murid, demi menghasilkan anak-anak yang sukses di masa depan," kata dia.

Tetapi yang dilihat ternyata sangat menyedihkan.

Pendidikan anak tak hanya beban sekolah, tapi juga keluarga. 

"Kegagalan orang tua mendidik anak di rumah menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingkah laku anak di sekolah," kata dia. 

Halaman
1234
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved