Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Guru Agama Tewas Ditikam Siswa, Tersangka Dapat Pendampingan 

Polisi mengidentifikasi Alexander ditikam siswanya berinusial FL warga Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Maickel Karundeng
Jufry Mantag /Tribun Manado
Guru Agama Tewas Ditikam Siswa Gara-Gara Ditegur Merokok, Ini Tanggapan Kadis Pendidikan 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Guru agama tewas di tangan muridnya sendiri. 

Sang guru bernama Alexander Pangkey (54) warga Desa Sasaran, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara  meninggal, di RSUP Prof Kandou Manado, Senin (21/10/2019) malam.

Polisi mengidentifikasi Alexander ditikam siswanya berinusial FL warga Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Seperti ini Dinamika Psikologis Pelaku Pembunuhan Menurut Psikolog Orley Sualang

Korban adalah Guru Agama di SMK Ichthus, tempat FL bersekolah.

Dinas Permberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Sulut, Mieke Pangkong mengatakan,  kabar itu sudah ditangani tim, 

Kasus pembunuhan ini melibatkan anak sebagai tersangka kasus  sehingga akan ada pendampingan 

"Tahap awal akan melakukan asesement dengan menghadirkan psikolog," kata dia kepada tribunmanado. co. id, Selasa (22/10/2019).

Asesement ini juga nanti akan menentukan kasus ini diversi atau lanjut.

Tim sudah melakukan rencana penanganan, sesuai proses penanganan salah satunya mediasi dengan keluarga korban. 

Sesuai UU 11 tahun 2012 sisten peradilan anak, jika memang hukuman  pidana di atas 7 tahun, maka akan berlaku proses pidana kalau di bawah 7 tahun masih ada ruang untuk bisa diversi. 

 Sekadar informasi, diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. 

 Informasi yang didapat, korban Alexander adalah salah satu guru agama Kristen.

Kejadian tersebut itu terjadi pada sekitar pukul 09.30 Wita di Kompleks SMK Ichthus, Kelurahan Mapanget Barat Lingkungan I, Kecamatan Mapanget.

Polisi sudah memintai keterangan beberapa saksi terkait guru tewas ditikam muridnya itu.

Di antaranya Kepala SMK Ichthus KL alias Katarina.

Ia menjelaskan, awalnya korban Alexander menegur beberapa siswanya yang sedang merokok di lingkungan sekolah, yakni siswa berisial C, FL dan OU.

Selanjutnya, salah seorang guru berinisial AD menyuruh pelaku FL untuk pulang

Setelah pelaku FL pulang ke rumahnya, siswa berinisial OU memprotes teguran dari korban, sehingga pada saat itu terjadi adu mulut antara korban dan OU.

Beberapa saat kemudian pelaku FL datang kembali ke sekolah dengan membawa sejam tajam jenis pisau.

Tanpa basa-basi pelaku langsung menikam tubuh korban.

Saat itu, korban sedang berada di atas sepeda motor Suzuki Nex DB 3261 AI.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami beberapa luka tikaman di bagian tubuhnya.

Usai menganiayaa korban, pelaku kemudian langsung melarikan diri.

Sementara, korban yang mengalami luka tikaman dilarikan di RS AURI dan selanjutnya dirujuk ke PRUP Prof Kandou.(ryo) 

 Kematian Guru SMK Ichthus, Toar Palilingan Sebut Kasus Ini Mencoreng Dunia Pendidikan di Sulut

 Kami Masih Bersaudara, Yasti Beber Alasan Keluar dari Nasdem

TONTON JUGA :

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved