Berita Manado

Telly Hidupi Keluarga dari Hasil Memulung

Setiap hari pukul 05.30 Wita, Telly Tamasengge berangkat ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manado, Provinsi Sulawesi Utara, untuk mengais rezeki.

Telly Hidupi Keluarga dari Hasil Memulung
TRIBUN MANADO/FERDINAND RANTI
Telly Hidupi Keluarga dari Hasil Memulung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap hari pukul 05.30 Wita, Telly Tamasengge berangkat ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manado untuk mengais rezeki.

Ditemui tribunmanado.co.id, tanpa menggunakan sarung tangan, wanita berusia 56 tahun ini sedang menggali dan memilah-milah sampah.

Ia menjelaskan mengais-ngais sampah mulai pagi hingga malam pukul 18.00 Wita.

Hasil sampah tersebut, dikumpulnya selama seminggu kemudian ia jual kepada pembeli, profesi sebagai pemulung, sejak tahun 2000.

"Saya pagi sudah kesini (TPA), nah hasil sampah ini saya kumpul dan biasanya pembeli datang seminggu sekali," katanya, Senin (21/10/2019).

Sampah yang sudah dikumpulnya selama seminggu, kemudian ia mendapatkan upah sebesar Rp 200 ribu.

Berbagai sampah ia kumpulkan, mulai dari kemasan air mineral, kardus, plastik serta makanan sisa.

"Nah kalau makanan sisah, saya jual kepada peternak atau buat ternak saya di rumah," katanya.

Bau busuk tak membuat ia patah semangat untuk menghidupi keluarganya, ribuan lalat seakan sudah akrab bersamanya saat menggali sampah tersebut.

"Mau bagaimana lagi, hanya ini mata pencaharian saya, kalau tidak begini, tidak akan makan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved