Satu Jatah PDIP untuk Gerindra

Bagaimana jatah partai politik pendukung Presiden Jokowi di Kabinet Kerja Jilid II? Seorang elite Partai NasDem

Satu Jatah PDIP untuk Gerindra
tribunnews.com
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto Bertemu 

Kang Yoto mengaku memang sering ke Jakarta, karena dirinya sedang membantu kerja sama antara United In Diversity (UID) dengan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas).

"Selasa sampai Sabtu saya memang di Jakarta untuk membantu UID. Sekarang sedang di Gresik, saya pulang karena weekend," ucapnya
Kang Yoto juga tidak mengetahui apakah namanya diusulkan oleh NasDem kepada Presiden Jokowi sebagai kandidat menteri. "Itu urusan orang besar, apakah nama saya diajukan atau tidak yang tahu Pak Surya Paloh (Ketum Umum NasDem Surya Paloh)," tambahnya.

Begitu pula Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. Ia menyatakan tak berkompeten untuk mengisi pos menteri pada kabinet Jokowi.

"Nggak ada bakat, nggak ada potongan saya (jadi menteri)," kata Said Aqil saat ditemui seusai pelantikan Jokowi-Ma'ruf, di Jakarta, Minggu. Namun Said Aqil tidak menampik dirinya kerap menemui Jokowi belakangan ini.

Ia menyebutkan, pertemuan terakhir terakhir terjadi pada Senin (14/10) lalu. Namun demikian, pertemuan tersebut tak sama sekali berbicara kabinet kerja. "Nggak bilang apa-apa tuh, ketawa-ketawa saja," ungkapnya.

Lagi pula, menurutnya, rumor dirinya masuk ke dalam bursa menteri merupakan kabar yang hanya berkembang di media sosial belaka. Namun ketika disinggung dirinya diminta Jokowi jadi menteri, Said Aqil enggan berspekulasi.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. "Ya itu kan kalau diminta," katanya. (tribunnetwork/tim)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved