Sulawesi Utara

MA Alhairaat Kenakan Kebaya untuk Ramaikan Parade Sulut Hebat Cinta Damai 191019

Parade Sulut Hebat Cinta Damai 191019 yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umar Beragama Provinsi Sulawesi Utara.

MA Alhairaat Kenakan Kebaya untuk Ramaikan Parade Sulut Hebat Cinta Damai 191019
TRIBUN MANADO/SRI HARTANTO AJI SASONGKO
MA Alhairaat Kenakan Kebaya untuk Ramaikan Parade Sulut Hebat Cinta Damai 191019 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Parade Sulut Hebat Cinta Damai 191019 yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umar Beragama Provinsi Sulawesi Utara diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah termasuk MA Alhairaat Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (19/10/2019).

MA Alhairaat Bitung mempunyai cara tersendiri untuk meramaikan acara ini, yaitu dengan mengenakan Kebaya Nasional.

Ada empat siswa yang memakai kebaya lengkap dengan riasan wajah.

Empat siswa ini dipasangkan dengan empat siswa laki-laki yang memakai jas hitam.

"Kebaya nasional melambangkan keberagaman, berbeda-beda tetapi tetap satu," kata Nirmala Sarib SH MSi, Kepala MA Alhairaat Bitung kepada tribunmanado.co.id di Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Dotulolong Lasut, Pinaesaan, Wenang, Manado.

Seorang siswa mengaku gerah saat mengenakan pakaian ini karena cuaca saat itu sedang panas.

MA Alhairaat Kenakan Kebaya untuk Ramaikan Parade Sulut Hebat Cinta Damai 191019
MA Alhairaat Kenakan Kebaya untuk Ramaikan Parade Sulut Hebat Cinta Damai 191019 (TRIBUN MANADO/SRI HARTANTO AJI SASONGKO)

Mereka terlihat melepaskan jas dan kebayanya.

Meskipun begitu, mereka bersedia datang jauh-jauh dari Bitung untuk mengikuti acara ini karena merasa menjadi bagian dari NKRI.

Selain itu juga, karena ingin menyukseskan pelantikan presiden dan memupuk kesatuan dan persatuan.

MA Alhairaat Bitung mendatangkan 35 siswa dan tiga guru, termasuk kepala sekolah dalam acara ini.

Halaman
12
Penulis: Aji Sasongko
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved