Tragedi Bintaro 1987

7 Fakta Tragedi Bintaro 1987: Hendak Menolong, Petugas Malah Disoraki Penumpang saat Kejar Kereta

Tragedi Bintaro, 32 Tahun Lalu: Petugas Sempat Kejar Kereta, tapi Malah Disoraki Penumpang.

7 Fakta Tragedi Bintaro 1987: Hendak Menolong, Petugas Malah Disoraki Penumpang saat Kejar Kereta
KOMPAS/DUDY SUDIBYO
Sejarah Indonesia: Sederet Fakta-fakta Tragedi Bintaro 1987 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tiga puluh dua tahun berlalu, tragedi tragis terjadi di bagian selatan Ibu Kota Jakarta.

Bagaimana suara tabrakan itu, suara jeritan banyak orang bersahutan, serta darah berceceran di mana-mana.

Tepatnya pada 19 Oktober 1987, sebuah peristiwa kecelakaan tragis yang melibatkan dua kereta api di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, terjadi.

Namun, kelak di kemudian hari, orang mengenalnya dengan Tragedi Bintaro jilid I.

Pasalnya, 26 tahun kemudian atau tepatnya pada 9 Desember 2013, kecelakaan kereta api kembali terjadi di lokasi yang hampir berdekatan dengan Tragedi Bintaro I.

Tragedi Bintaro 1987
Tragedi Bintaro 1987 (Jimmy WP)

Inilah satu di antara musibah paling buruk dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia, sekaligus menyita perhatian dunia.

Dirangkum dari wikipedia.org, peristiwa bermula dari kesalahan Kepala Stasiun Serpong memberangkatkan KA 225 Jurusan Rangkasbitung-Jakartakota ke Stasiun Sudimara.

Padahal saat itu, jalur KA di Stasiun Sudimara yang hanya punya tiga jalur, dua di antaranya sudah diisi kereta lain, yaitu KA Indocement yang akan berangkat ke Jakarta dan gerbong tanpa lokomotif.

KA 225 Jurusan Rangkasbitung-Jakartakota sampai di Stasiun Sudimara pukul 06.45 WIB dan sedianya akan bersilang dengan KA 220 Cepat Jurusan Tanah Abang-Merak di Stasiun Kebayoran.

Artinya, KA 220 harus mengalah dan menunggu di Stasiun Kebayoran.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved