Menteri Susi Kemas Barang Sejak Sebulan Lalu

Tiga orang pria dewasa hilir mudik di sekitar rumah Nomor 26, Kompleks Widya Chandra, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan

Menteri Susi Kemas Barang Sejak Sebulan Lalu
FOTO: BBC.COM
Menteri Susi minum Kopi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Tiga orang pria dewasa hilir mudik di sekitar rumah Nomor 26, Kompleks Widya Chandra, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan, Jumat (18/10). Mereka menggotong barang-barang ke atas mobil truk terbuka berkelir putih. Tampak pada sisi kanan-kiri truk itu bertuliskan Susi Air.

Barang-barang yang diangkut diantaranya boks putih berukuran sedang, ukuran besar, sepeda hingga tas travel berukuran sedang.  Ada pula beberapa orang sibuk berkemas di dalam rumah. Dua buah koper besar diisi dengan sejumlah barang.

Rumah Jokowi di Solo Dijaga Ketat

Petugas keamanan rumah pun terlihat memantau kegiatan di kediaman dinas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Menurut salah satu petugas keamanan, barang-barang Menteri Susi sudah dikemas sejak satu bulan yang lalu.

Setiap harinya, barang-barang milik Susi diangkut menuju rumah pribadinya di kawasan Halim, Jakarta Timur. Ia pun tidak bisa memastikan apakah barang-barang itu dibawa ke kampung halaman Susi di Pangandaran, Jawa Barat.

"Ini dibawa ke Halim. Punya rumah pribadi di sana. Saya sudah 1 bulan ini mondar mandir ambilin barang. Sehari 2-3 kali ke Halim," kata salah seorang petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Ia juga mengatakan, barang-barang yang masih berada di dalam rumah dinas Susi hanya pakaian. "Tinggal pakaian saja di dalam," ujar petugas tersebut.

Dua menteri kabinet kerja jilid I lainnya, Budi Karya Sumadi dan Hanif Dhakiri juga mengaku telah mengemas barang-barang pribadi dari rumah dinas. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku, tidak ada perintah untuk membawa perlengkapan pribadi keluar dari rumah dinas, tetapi sejak sebulan lalu sudah dipindahkan beberapa barang.

JK dan Maruf Tukar Tempat Duduk

"Tidak ada perintah, tapi saya kemas-kemas barang sendiri dari rumah dinas dari sebulan lalu," ucap Budi.

Hingga saat ini, Budi pun mengaku belum menerima perintah maupun pembicaraan secara personal untuk diminta menjabat kembali menjadi menteri di Kabinet Kerja jilid ll oleh Presiden Jokowi. "Belum (diminta jadi meteri), belum ditelepon," kata Budi.

Hal yang sama juga diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, yang telah membawa semua peralatan pribadinya ke rumah di Depok, Jawa Barat dari rumah dinas di Widya Chandra. "Sudah sebulan lalu, hari ini tinggal beberapa buku dan baju masih banyak," tutur Hanif.

Meski beberapa perlengkapan pribadi sudah diboyong, kata Hanif hingga saat ini dirinya masih tinggal di rumah dinas. "Sekarang masih di rumah dinas, nanti begitu selesai (jadi menteri), saya tinggal pergi saja, sudah enggak ada barang berat saja," tuturnya.

Sementara itu suasana berbeda terpantau dari rumah dinas nomor 9 yang ditempati Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Tampak tak ada mobil dinas Menag. Di dalam rumah, terlihat ada beberapa kuli bangunan yang menurut sekuriti setempat tengah melakukan renovasi.

"Kalau berkemas iya, sudah, tapi kalau meninggalkan rumah masih belum. Sekarang lagi direnovasi aja atapnya karena ada beberapa yang waktu kemarin hujan rembes," kata salah satu sekuriti di rumah dinas Menag.

Mantan Menpora Imam Nahrawi Gugat KPK

Di rumah dinas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang bernomor 11 tidak ada aktivitas menggotong barang-barang. Hanya tampak aktivitas petugas keamanan. Mobil dinas berpelat B 1138 RFS juga masih terparkir. Sementara itu, di rumah dinas Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, masih tampak sejumlah kendaraan terparkir di halaman.

Sedangkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengaku belum berkemas dari rumah dinas. "Saya belum berkemas, begitu diputuskan suruh berkemas, saya berkemas," ujar dia. Saat ditanya bakal menjadi menteri lagi, Basuki mengaku siap jika diberikan amanah. "Kalau itu perintah, saya laksanakan," ujar Basuki. (Tribun Network/fel/sen/yud/wly)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved