KPK Dua Kali Hat-trick Penangkapan

Sejak Senin (14/10) hingga Rabu (16/10) dini hari, tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tiga penangkapan

KPK Dua Kali Hat-trick Penangkapan
antara
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang didampingi penyidik KPK menunjukan barang bukti uang sitaan pada OTT, Selasa (24/9/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejak Senin (14/10) hingga Rabu (16/10) dini hari, tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tiga penangkapan berturut-turut terhadap oknum pejabat negara yang melakukan korupsi. Dua orang di antaranya merupakan kepala daerah dan satu orang lainnya merupakan kepala balai.

KPK mengumumkan penangkapan para pejabat itu secara terpisah. Penahanan Bupati Indramayu Supendi diumumkan Selasa (15/10) malam. Dua operasi tangkap tangan (OTT) lainnya, ditambah dua perkara lain yang merupakan pengembangan, disampaikan ke publik pada Rabu (16/10) menjelang dini hari.

Abu Rara Perintahkan Anak Tikam Wiranto: Hukuman Akan Diperberat

Pengumuman para tersangka pada Rabu juga tidak seperti biasa yang dihadiri satu orang pimpinan. Kali in konferensi pers dihadiri empat pimpinan yaitu Agus Rahardjo, Basaria Panjaitan, Alexander Marwata dan Saut Situmorang. Hanya Laode M Syarif yang tak hadir karena sedang di luar kota.

Kepala daerah pertama yang terjaring OTT adalah adalah Bupati Indramayu Supendi. Dalam penangkapan itu, Supendi bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indramayu Omarsyah, Kabid Jalan Dinas PU, Wempy Triyono serta seorang pengusaha bernama Carsa AS ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek di Dinas PU.

KPK menduga Supendi sering meminta sejumlah uang kepada Carsa selaku rekanan penggarap proyek di Indramayu, setidaknya sejak Mei 2019 sejumlah Rp100 juta. Tak hanya Supendi, Omarsyah dan Wempy Triyono diduga juga beberapa kali menerima uang dari Carsa. Pemberian uang ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya diduga terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Supendi tercatat mendapatkan dan menggarap tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek sekira Rp15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Total uang yang diterima dari Carsa sebesar Rp200 juta.

Omarsyah diduga menerima Rp350 juta dan sepeda. Wempy menerima Rp560 juta. Uang tersebut diduga bagian dari commitment fee sebesar lima sampai tujuh persen dari nilai proyek yang dikerjakan Carsa.

Kapolri Larang Mobilisasi Massa: Panglima TNI Minta Anak Buahnya Cermati Info Intelijen

"Uang yang diterima OMS (Omarsyah) dan WT (Wempy Triyono) diduga juga diperuntukkan untuk kepentingan Bupati, pengurusan pengamanan proyek dan kepentingan sendiri," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/10) malam.

Tak hanya uang, pemberian suap juga dilakukan dalam bentuk barang. "Kami juga mengamankan sepeda yang diduga diterima sebagai bagian dari realisasi fee proyek di kasus ini,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Setelah Indramayu, tim KPK melakukan penindakan di Samarinda, Bontang dan Jakarta. Dalam kegiatan ini, tim menangkap sejumlah orang dan kemudian setelah gelar perkara ditetapkan beberapa orang tersangka yang diduga melakukan praktek korupsi.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved