Apa Dampak Derita Tifus Abdominales Saat Hamil?

Tifus atau demam tifoid adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Samonella typhi.

Apa Dampak Derita Tifus Abdominales Saat Hamil?
Kompas.com/THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

Tifus saat hamil juga diperkirakan dapat meningkatkan risiko melahirkan prematur dan bayi dengan berat badan rendah.

Ibu hamil yang menderita tifus memiliki risiko kematian 15% atau lebih. Janin yang dikandungnya, berpeluang sekitar 60-80% gugur atau lahir prematur. Infeksi ini bisa dicegah dengan vaksinasi.

Ibu yang mengalami infeksi saat melahirkan disarankan untuk tidak menyusui bayinya karena dikhawatirkan bisa menular, namun setelah sembuh bisa segera menyusui bayinya lagi.

Selain itu, ibu dianjurkan untuk banyak istirahat, menjalani pengobatan simptomatik dan minum obat antibakteri. 

Tidak semua obat tifus aman untuk ibu hamil. Namun, dokter akan meresepkan obat antibiotik yang aman dikonsumsi dan tidak membahayakan kehamilan atau janin.

Ibu juga akan diminta untuk istirahat total dan hanya boleh mengonsumsi makanan lunak. Dokter akan menilai apakah perlu dirawat di rumah sakit atau cukup dirawat di rumah.

Pada kondisi tertentu, misalnya tinjanya sudah disertai darah, sebagai tanda awal telah terjadi perlukaan di usus, maka dokter akan meminta untuk dirawat di RS.

Tifus dimungkinkan untuk kambuh, supaya hal tersebut tidak terjadi, selain menjaga kebersihan lingkungan, selalu cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah BAB, bisa juga dilakukan vaksinasi. (*)

Editor: Rine Araro
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved