Program JKN-KIS Meringankan Beban Penderita Gagal Ginjal

Program Jaminan Kesehatan Nasional kartu indonesia Sehat (JKN-KIS) telah berjalan kurang lebih lima tahun dan banyak masyarakat yang merasakan.

Program JKN-KIS Meringankan Beban Penderita Gagal Ginjal
istimewa
Program JKN-KIS Meringankan Beban Penderita Gagal Ginjal 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Tomohon - Program Jaminan Kesehatan Nasional kartu indonesia Sehat (JKN-KIS) telah berjalan kurang lebih lima tahun dan banyak masyarakat yang merasakan manfaat akan kehadiran dari program ini, namun tidak juga dipungkiri masih banyak hal-hal yang masih perlu diperbaiki demi peningkatan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.    

Salah satu peserta yang  telah merasakan manfaat sangat besar dari kehadiran program ini adalah Hendrik J Poluan, peserta JKN-KIS yang terdaftar di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dokter keluarga Vera D Tombokan, dan juga tergabung sebagai anggota Klub Prolanis Maleosan.  

 Informasi yang dihimpun oleh tim jamkesnews dari salah satu anaknya juga dari dokter keluarga, bahwa hendrik merupakan seorang veteran pejuang yang di masa tuanya bergelut dengan komplikasi penyakit kronis.

Sejak zaman PT. Askes (Persero) Hendrik sudah mulai tergabung dalam Klub Prolanis Maleosan.

Dirinya selalu rutin mengikuti semua kegiatan prolanis mingguan dan bulanan berupa senam bersama dan edukasi kesehatan sehingga kondisi kesehatan dan fisiknya tetap bugar dan dapat beraktifitas seperti biasanya.

"Dengan mengikuti program ini kesehatan papa dikontrol secara rutin, papa juga ikut penyuluhan kesehatan yang dilakukan sehingga thu hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatannya. Papa juga acap kali menceritakan pada orang-orang terdekatnya bahwa biaya perawatannya selama ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui program JKN-KIS," ujar Debby.

Hendri didiagnosa memiliki komplikasi penyakit gagal ginjal, hipertensi dan diabetes yang mengharuskannya untuk selalu mendapatkan pengobatan rutin insulin yang sudah di jalani hampir 20 tahun agar penyakitnya dapat terkontrol.

“Papa merasa memiliki harapan hidup yang lebih baik berkat bantuan JKN-KIS. Rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada BPJS Kesehatan atas hadirnya program JKN-KIS, karena menurut kami tanpa mengikuti program prolanis secara rutin keluarga kami sudah menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan papa. Kami sekeluarga juga mengucapkan terima kasih khususnya kepada dokter keluarga yang selalu setia merawat papa kami, dan kepada peserta JKN-KIS yang dengan gotong royong membantu mengurangi beban kami untuk biaya kesehatan orang tua kami," tutup Debby. (ap/iu)

Editor: Enjelita Sandra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved