Operasi Dijamin JKN-KIS, Pedagang Bakso Ini Tenang Berjualan

Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah banyak dirasakan manfaatnya sejak hadir di tahun 2014

Operasi Dijamin JKN-KIS, Pedagang Bakso Ini Tenang Berjualan
istimewa
Operasi Dijamin JKN-KIS, Pedagang Bakso Ini Tenang Berjualan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Kotamobagu - Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah banyak dirasakan manfaatnya sejak hadir di tahun 2014.

Suprianto peserta JKN-KIS dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) merupakan salah satu dari sekian banyak masyarakat Kotamobagu yang telah merasakan manfaat dari program JKN-KIS.

Ketika ditemui, Suprianto (45) sedang berjualan gorengan bakso tusuk di depan SMK Negeri Kotamobagu. Warga Kotamobagu ini harus berjuang hidup jauh dari anak-anaknya yang tinggal  di Gorontalo bersama orangtuanya. Tak ingin menambah beban orangtuanya mengingat kebutuhan sekolah anaknya di Gorontalo sudah cukup mahal, Suprianto selalu berusaha menjaga kesehatannya. Namun ternyata datangnya sakit tak bisa dicegah dan tak bisa diduga, suatu hari Suprianto merasakan sakit di bagian perut kanan bawahnya. Kondisi tubuhnya semakin lemah sehingga Suprianto harus berhenti berjualan.

“Gejala ini saya rasakan sejak awal tahun 2017, bagian perut kanan bawah saya nyeri sekali dan nafsu makan menurun, kadang malah saya muntah dan mual sehingga tidak dapat berjualan, saya pikir ini hanya sakit perut biasa saja,” tutur Suprianto.  

"Saya tak mau menunda-nunda untuk berobat dan segera pergi ke Puskesmas Motoboi Kecil. Dokter mengatakan ada gejala usus buntu. Saya sangat kaget dan langsung berpikir biaya yang harus dikeluarkan pasti mahal jika harus sampai operasi. Kasihan istri dan orang tua saya yang menjaga anak-anak di Gorontalo, mereka pasti khawatir dan kebingungan mencari biaya hidup sehari-hari karena saya harus dioperasi dan tidak bisa berjualan, belum lagi memikirkan darimana biaya operasinya,” terangnya.

Setelah menjalani pemeriksaan di puskesmas, Dokter akhirnya memberi saya rujukan ke rumah sakit untuk melanjutkan pemeriksaan.  

"Menggunakan kartu JKN-KIS saya melanjutkan pemeriksaan di rumah sakit sesuai rujukan dari puskesmas, dan kaget sekali ketika dokter menyatakan harus operasi. Mulai terbayang kembali jika ada biaya yang harus saya keluarkan. Tetapi kemudian kekhawatiran saya hilang ketika dokter mengatakan bahwa semua biaya operasi akan dijamin program JKN-KIS selama saya mengikuti prosedur yang berlaku. Setelah selesai dioperasi memang benar, saya tidak mengeluarkan uang sama sekali, semuanya dijamin JKN-KIS, dan saya juga tidak mengalami kesulitan apa pun di rumah sakit, Semua biaya pelayanan hingga obat-obatan juga masih ditanggung oleh JKN-KIS. Dan kini saya sudah bisa berjualan di pasar lagi,” terangnya lega.

Suprianto menambahkan bahwa kemudahan layanan kesehatan benar-benar ia rasakan dari program JKN-KIS ini, semua biaya dijamin dengan pelayanan yang baik selama berobat di puskesmas maupun di rumah sakit. 

 “Saya kini menjadi lebih tenang berjualan dan tidak risau kalau harus berobat lagi sewaktu-waktu. Semoga program JKN-KIS dapat terus berlanjut dan masyarakat dapat merasakan kemudahan seperti yang telah saya rasakan hingga saat ini," tutupnya. (ap/sw)

Editor: Enjelita Sandra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved