NEWS

Tiga Personel TNI Dicopot Karena Unggahan Istri Terkait Insiden Penikaman Menko Polhukam Wiranto

Jangan sembarangan menulis status atau komentar di media sosial. Apalagi mengenai seseorang. Ini berlaku bagi siapa saja.

Tiga Personel TNI Dicopot Karena Unggahan Istri Terkait Insiden Penikaman Menko Polhukam Wiranto
FACEBOOK/FS-tni-au.mil.id. Via Tribunnews.com
Tiga Personel TNI Dicopot Karena Komentar Negatif Istri di Media Sosial soal Wiranto, Satunya Dandim 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jangan sembarangan menulis status atau komentar di media sosial. Apalagi mengenai seseorang. Ini berlaku bagi siapa saja. Baru saja tiga personel TNI dicopot dari jabatannya lantaran hal tersebut.

Dua dari TNI AD dan satu dari TNI AU. Tiga anggota tersebut dicopot karena unggahan istri mereka yang bermuatan negatif di media sosial terkait insiden penikaman Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Pandeglang Banten.

Selain dicopot mereka juga harus menjalani hukuman disiplin. Dua personel TNI AD yang dicopot yakni Kolonel Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi (HS) dan Sersan Z.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi dicopot dari jabatannya sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 1417/Kendari.

Istri perwira menengah TNI AD tersebut diketahui mengunggah postingan bermuatan negatif terkait peristiwa penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto.

Bukan hanya Dandim Kendari saja yang dicopot dari jabatannya akibat komentar negatif istri di media sosial, seorang anggota TNI lainnya berpangkat Sersan Dua juga mengalami hal serupa.

“Kepada suami kedua individu ini telah memenuhi unsur pelanggaran terhadap UU No 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer."

"Suami salah satu individu tersebut adalah Kolonel HS yang merupakan Komandan Dandim Kendari."

"Kepadanya telah saya perintahkan melepas jabatannya sebagai konsekuensi serta 14 hari penahanan ringan,"

"Sementara untuk Sersan Dua Z juga telah dikeluarkan surat perintah melepas jabatan serta menjalani hukuman disiplin yang sama penahanan ringan 14 hari,” kata Jenderal TNI Andika Perkasa di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019), dikutip Tribunnews.com.

Halaman
123
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved