Sulawesi Utara

Kasus Malaria Capai Angka 259, Dinas Kesehatan Lakukan Hal Ini

Sampai bulan September, angka kasus malaria di Sulawesi Utara mencapai 251 kasus.

Kasus Malaria Capai Angka 259, Dinas Kesehatan Lakukan Hal Ini
Tribun manado / Ryo Noor
Kantor Pemprov Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Kesehatan Sulawesi Utara tengah berupaya menekan angka kasus malaria .

Targetnya, angka kasus malaria bisa ditekan hingga di bawah 20 kasus per tahun.

Dua dekade lalu jumlah penduduk yang kena malaria mencapai ribuan orang per tahun.

Tahun 2019, jumlahnya menurun.

Sampai bulan September, angka kasus malaria di Sulawesi Utara mencapai 251 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dr Debie Kalalo melalui Kabid P2P dr Steaven Dandel menyebut program penekanan angka kasus malaria sebagai Program Eliminasi Malaria.

ilustrasi
ilustrasi (net)

 

Sekarang ini sudah merambah 6 kabupaten/kota di Provinsi Sulut.

Kabupaten yang dimaksud yaitu, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kota Tomohon, Kotamobagu.

Mantan Kekasih Billy Syahputra Melahirkan, Lihat Potret Anaknya yang Cantik dan Bikin Gemas!

PERINGATAN Dini BMKG Sabtu 12 Oktober 2019, Wilayah Potensi Hujan Petir, Angin Kencang, Gelombang

Pengakuan Masinis KA 225 Ketika Tragedi Bintaro 1987: Difitnah Itu Bohong Sekali, Ini Faktanya

“Tahun 2020 kita targetkan Bolaang Mongondow dan Minahasa Utara mendapat status eliminasi malaria, Tahun 2021 Mitra, Minsel, Bitung dan Manado, sementara Tahun 2020 nanti seluruh kabupaten di kepulauan selesai dengan masalah malaria," ujar Daendel kepada wartawan, Sabtu (12/10/2019).

Upaya percepatan Eliminasi ini, Dinas Kesehatan kemudian melakukan langkah strategis lewat kegiatan advokasi pemanfaatan dana desa dalam upaya eliminasi malaria di Manado

Kegiatan yang menghadirkan narasumber pakar Malaria dunia dr Ferdinand Laihad ini diikuti para kepala desa yang masih tinggi endemisitas malarianya di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sangihe, Talaud, Sitaro, Minahasa Tenggara dan Minahasa Selatan.

Pemanfaatan dana desa merupakan Langkah yang teramat strategis untuk memobilisasi sumber daya desa terutama dalam memanipulasi lingkungan yang potensial menularkan Malaria.

Ia menjelaskan, penularan malaria teramat berhubungan dengan kondisi lingkungan desa, sehingga perhatian utama harus diarahkan ke masalah ini dan jangan hanya fokus di layanan penemuan penderita dan pengobatan malaria,” kata Ferdinand yang juga mantan malaria adviser pada kantor World Health Organization (WHO) di New Delhi, India.

(TribunManado.co.id/Ryo Noor)

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Yeshinta Sumampouw
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved