IHSG Seret AUM Reksadana Saham

Dana kelolaan atau assets under management (AUM) industri reksadana kembali tumbuh. Berdasarkan data Infovesta Utama, dana kelolaan

IHSG Seret AUM Reksadana Saham
antara
Penutupan perdagangan IHSG di lantai Bursa Efek Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dana kelolaan atau assets under management (AUM) industri reksadana kembali tumbuh. Berdasarkan data Infovesta Utama, dana kelolaan industri reksadana bertambah Rp 3,28 triliun sepanjang September lalu menjadi Rp 529,76 triliun.

Marketing Sales CTRA Rp 4,8 Triliun, NPF Fintech Ikut Merangkak Naik

Namun, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memerah di bulan lalu membuat sejumlah reksadana mengalami penurunan dana kelolaan. AUM reksadana saham kembali turun Rp 3,14 triliun menjadi Rp 143,62 triliun. Artinya, AUM reksadana saham sudah turun dalam dua bulan berturut-turut.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyebut, penurunan AUM reksadana saham disebabkan turunnya nilai aset, seiring pelemahan pasar saham Indonesia. Asal tahu saja, IHSG di bulan lalu anjlok 2,52%.

Di saat yang sama, kinerja rata-rata reksadana saham terpangkas 2,61% ketimbang Agustus. "Banyak reksadana yang memiliki portofolio pada saham-saham bluechip dan akhirnya tertekan nilai asetnya," kata Wawan, kemarin.

Selain akibat kinerja IHSG yang buruk, Director and Head of Investment Pinnacle Investment Indra M. Firmansyah menambahkan, aksi redemption juga menjadi penyebab penurunan AUM pada reksadana saham.

Ibunda Histeris di Depan Makam Akbar Alamsyah

Di akhir kuartal III, banyak investor institusi yang melakukan redemption untuk keperluan pembukuan atas realisasi investasi yang akan dimasukkan institusi tersebut ke dalam laporan keuangannya.

Selain reksadana saham, reksadana pasar uang pun mencetak penurunan dana kelolaan. Wawan melihat, investor kini lebih memilih masuk ke reksadana jenis lain, seperti pendapatan tetap atau exchange traded fund (ETF) untuk mendapatkan imbal hasil maksimal terlebih dahulu, sebelum kembali ke reksadana pasar uang.

Hal ini wajar, mengingat kinerja reksadana pendapatan tetap mendapat sentimen positif saat suku bunga acuan dipangkas. Lihat saja, sepanjang September lalu, kinerja reksadana pendapatan tetap kembali mengungguli reksadana lainnya dengan tumbuh 0,79%. Reksadana ini juga menjadi yang paling tinggi imbal hasilnya sepanjang 2019, yakni mencapai 8,29%..

Terproteksi melesat

Walau AUM reksadana saham kembali turun, hal tersebut bisa ditutupi oleh kenaikan dana kelolaan reksadana terproteksi. AUM reksadana terproteksi naik hingga Rp 6,71 triliun menjadi Rp 144,58 triliun akhir September lalu.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved