News

Bawaslu Bolsel Sebut Dana Rp 4,4 Miliar dari Pemkab Tak Cukup untuk Pilkada 2020

Pasalnya, dari RP 20 Miliar yang diajukan Bawaslu, Pemkab hanya siap mengakomodir dana hibah Rp 4,4 Milliar.

Bawaslu Bolsel Sebut Dana Rp 4,4 Miliar dari Pemkab Tak Cukup untuk Pilkada 2020
Nielton Durado/Tribun Manado
Bawaslu Bolsel Sebut Dana Rp 4,4 Miliar dari Pemkab Tak Cukup untuk Pilkada 2020 

Malonda : Realistisnya Anggaran Bawaslu Rp 10 Miliar

TRIBUNMANADO.CO.ID - Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Bawaslu Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolsel, belum ada titik temu.

Pasalnya, dari RP 20 Miliar yang diajukan Bawaslu, Pemkab hanya siap mengakomodir dana hibah Rp 4,4 Milliar.

Menurut Bawaslu, nilai itu tidak cukup untuk membiayai kebutuhan Bawaslu di Pilkada 2020 mendatang.

"Sudah kali keduanya pertemuan dengan Sekertaris Daerah (Sekda) Bolsel. "Namun mirisnya pertemuan itu kita (Bawaslu) sudah disodorkan dengan item-item dan angka yang dipatok,"

"Tentunya nominal yang disampaikan tidaklah realistis," jelas Komisioner Bawaslu Kordiv PHH Kifli Y. Malonda, saat dihubungi Tribun Manado, Kamis (10/10/2019).

Lanjutnya, masih dalam pertemuan kedua sempat dibanding-bandingkan dengan Boltim dan Tomohon.

“Namun kenyataannya Boltim 5,5 Milyar belum oke, sedangkan Tomohon berawal 5 Milyar kemudian berubah 7,1 Milyar yang fix," beber Malonda.

Ia menambahkan, untuk anggaran yang disediakan Pemkab Bolsel ini pastinya tidak akan cukup untuk pilkada 2020 nantinya.

“Bisa dijadikan acuan beberapa daerah yakni Minsel 17 Kecamatan 17 Milyar, Tomohon 5 Kecamatan 7,1 Milyar, dan Bitung 8 Kecamatan 11,5 Milyar. Jadi realistisnya biaya Pilkada Bolsel itu 10 Milyar," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Reporter Online
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved