Berita Manado

11 Hari Siswa SMP Meninggal setelah Diberi Ganjaran Guru, Polisi Belum Mendapatkan Hasil Autopsi

Sudah 11 hari Fanly Lahingide (14) warga Perumahan Tamara, Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, meninggal.

11 Hari Siswa SMP Meninggal setelah Diberi Ganjaran Guru, Polisi Belum Mendapatkan Hasil Autopsi
Tribun Manado / Jufry Mantak
Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sudah 11 hari Fanly Lahingide (14) warga Perumahan Tamara, Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, meninggal.

Ia meninggal setelah dirinya diberi ganjaran berlari memutari lapangan oleh oknum guru, sampai saat ini Polsek Mapanget belum menerima hasil autopsi dari pihak rumah sakit.

Hal itu dikatakan Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani, kepada tribunmanado.co.id, Jumat (11/10/2019) tadi.

"Iya, sampai saat ini kami belum menerima hasil autopsi," katanya.

Lanjutnya, nanti kalau sudah ada hasilnya, akan dilaporkan ke Kapolresta untuk teknis penyampaiannya.

"Sampai saat ini kami juga belum bisa menetapkan siapa tersangkanya," kata Kapolsek.

Diketahui, Polsek Mapanget sedang memproses kasus yang terjadi di SMP Kristen 46 Mapanget Barat, Selasa (01/10/2019) lalu.

Dimana ada oknum guru berinisial CS memberikan ganjaran lari kelilingi lapangan sekolah kepada beberapa siswa dan korban Fanly Lahingede.

Namun, sebelum disuruh lari keliling lapangan, korban dan teman-temannya disuruh berdiri di lapangan dan sempat mengeluh bahwa dirinya sudah merasa pusing.

Saat di putaran ke empat, korban jatuh pingsan dan wajahnya terbentur di tanah.

Halaman
12
Penulis: Jufry Mantak
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved