Recall Ranitidin, Emiten Farmasi Tak Revisi Target

PT Phapros Tbk (PEHA) memastikan penarikan produk ranitidin tak akan mengganggu kondisi fundamentalnya.

Recall Ranitidin, Emiten Farmasi Tak Revisi Target
kontan.co.id
PT Phapros Tbk 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Phapros Tbk (PEHA) memastikan penarikan produk ranitidin tak akan mengganggu kondisi fundamentalnya. Perusahaan ini bahkan menyatakan tak akan merevisi target penjualan akibat penarikan produk yang dikabarkan tercemar oleh zat pemicu kanker, N-nitrosodimethylamine (NDMA).

Sekretaris Perusahaan PEHA Zahmilia Akbar menjelaskan, porsi penjualan produk ranitidin hanya sekitar 0,5% dari penjualan segmen obat generik berlogo (OGB), atau hanya setara sekitar
Rp 1,46 miliar.

Baca: Produksi Spindo Terungkit 20% 

Adapun total penjualan OGB selama paruh waktu tahun ini Rp 293,16 miliar. Nilai ini berkontribusi sekitar 53% dari total penjualan konsolidasi, yakni Rp 552,11 miliar. "Jadi, sangat kecil sekali," ujar Zahmilia kepada KONTAN, Selasa (8/10).

Hal serupa juga diuangkapkan oleh PT Indofarma Tbk (INAF). Penarikan produk tersebut tak berpengaruh signifikan terhadap perusahaan. "Sebab nilai penjualan sangat kecil. Adapun produk yang ditarik tersebut merupakan sisa produksi tahun 2017,” jelas Direktur Keuangan Indofarma Herry Triyatno.

Baca: APLN Akan Melepas 4 Miliar Saham Baru

Pada saat yang bersamaan, produk ranitidin dari perusahaan ini sudah habis masa berlakunya bulan ini. Sehingga, INAF juga sudah menarik produk tersebut.

Asal tahu saja, penarikan kembali atau recall bermula pada 13 September 2019 ketika US FDA dan European Medicine Agency (EMA) menemukan produk ranitidin yang tercemar NDMA. Produk ranitidin biasanya mengobati gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus.

Indonesia dan negara lain, seperti Singapura, lantas merespons temuan tersebut dengan menarik kembali obat-obatan yang dimaksud.

Baca: Novel Baswedan-Miryam Bersitegang di Persidangan

Produk yang telah ditarik adalah Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL yang izin edarnya milik PEHA. Selain itu, produk lainnya yang ditarik sukarela salah satunya milik INAF, yakni Indoran Cairan Injeksi 25 mg/mL dan Ranitidinie injeksi 25 mg/mL. (Arfyana Citra Rahayu)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved