Polri: Pengamanan Menkopolhukam Sesuai Prosedur, Tak Ada Istilah Kecolongan

Polisi tak bisa menghalangi interaksi antara masyarakat dan pejabat publik, termasuk saat Wiranto turun ke tengah masyarakat.

Twitter @ukunkurnia2016. Via Tribunnews.com
Wiranto diserang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengamanan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto sudah sesuai prosedur.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo seperti dilansir dari Kompas.com.

Namun demikian menurutnya, polisi tak bisa menghalangi interaksi antara masyarakat dan pejabat publik, termasuk Wiranto, saat sang pejabat turun ke tengah masyarakat.

"Kenapa kecolongan? Tidak ada istilah kecolongan, interaksi pejabat publik dengan masyarakat seperti halnya sudah terjadi selama ini, bersalaman, disapa, barikade pengamanan kan tetap melekat," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kamis (10/10/2019).

Ia menanggapi pertanyaan wartawan mengenai pengamanan polisi saat Wiranto ditusuk di sekitar Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten. Dedi menyampaikan, penusukan itu berlangsung sangat cepat dan spontan.

Saat itu, Wiranto akan turun dari kendaraan. Kemudian, sekelompok warga datang untuk mencoba bersalaman. Saat itulah pelaku mendekat dan menusuk Wiranto. Adapun Wiranto menderita luka di bagian tubuh depan.

Selain Wiranto, menurut Dedi, Kapolsek Menes Kompol Darianto juga ditusuk dan menderita luka tusuk pada bagian tubuh belakang. Polisi mengamankan seorang pria dan seorang wanita yang diduga pelaku penusukan Wiranto. Keduanya berinisial SA dan FA.

Diduga, mereka terpapar radikalisme ISIS. Dedi mengatakan, polisi mendalami dugaan kaitan pelaku dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wiranto Ditusuk, Polri: Tak Ada Istilah Kecolongan ", https://nasional.kompas.com/read/2019/10/10/15031791/wiranto-ditusuk-polri-tak-ada-istilah-kecolongan

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved