Wiranto Diserang
Pengamat Teroris Al-Chaidar: Bisa Jadi Ada Motif Dendam dari Pelaku Penusukan Terhadap Wiranto
Pengamat teroris Al-Chaidar menilai dendam dianggap sebagai motif penyerangan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal di hadapan masyarakat pada Kamis (10/10/2019).
Wiranto (Menkopolhukam) ditikam orang tak dikenal di Pandeglang, Banten
Atas penusukan itu, Wiranto mendapat luka tusuk hingga harus menjalani operasi.
Pelaku yang menusuk Wiranto merupakan dua orang yang memiliki hubungan suami istri.
Pengamat teroris Al-Chaidar menilai dendam dianggap sebagai motif penyerangan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto.
Pemberantasan teroris yang gencar dilakukan pemerintah membuat Wiranto menjadi sasaran utama anggota ISIS.
Menurut Al-Chaidar sejak tahun 2016, ISIS memang membuat sebuah plot serangan bernama serangan tebang pilih.
FOLLOW FACEBOOK TRIBUN MANADO
Baca: Bos Pelaku Penikaman Wiranto Ternyata Telah Ditangkap Densus 88 Beberapa Minggu yang Lalu, ISIS?
Baca: Gerak-gerik Pelaku Perempuan Sebelum Beraksi Serang Wiranto, Pura-pura di Dekat Polisi
Baca: Perbedaan Menopause Pria dan Wanita, Tanda-tandanya bagi Laki-laki
Tidak lagi acak seperti sebelumnya, kini mereka menyasar tokoh-tokoh tertentu yang dianggap sebagai musuh besar kelompok mereka.
Wiranto sebagai Menkopolhukam dianggap memiliki pengaruh besar terhadap pemberantasan terorisme di Indonesia.
“Namanya serangan tebang pilih artinya mengincar pejabat tertentu saja karena dianggap musuh Islam,” kata Al-Chaidar saat dihubungi Wartakotalive.com Kamis (10/10/2019).
Bisa jadi kata Al-Chaidar, pernyataan-pernyataan keras Wiranto selama ini di media massa, menjadi pemicu utama dari kenekatan mereka menyerang tokoh sekelas pejabat tingkat pertama.
“Bisa jadi pernyataan-pernyataan Wiranto dianggap menyakitkan perasaan mereka,” kata Al-Chaidar.
Ia juga menduga penyerangan terhadap Wiranto merupakan rencana dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sumatera Utara.
Hal itu karena dari satu di antara tersangka penyerangan Abu Rara merupakan teman dari pelaku teroris penyerang anggota Brimob Medan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/senjata-tajam-pisau-yang-diduga-dipakai-pelaku-untuk-tikam-wiranto1.jpg)