Lifestyle

Kontroversi Joker, Penjelasan Psikolog Kenapa Film Ini Bukan untuk Anak-anak

Kisah kelam Joker, si badut jahat dari Kota Gotham tengah menjadi perbincangan masyarakat dunia

Kontroversi Joker, Penjelasan Psikolog Kenapa Film Ini Bukan untuk Anak-anak
Warner Bros
Joker Joaquin Phoenix 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah kelam Joker, si badut jahat dari Kota Gotham tengah menjadi perbincangan masyarakat dunia.

Termasuk di Indonesia, media sosial ramai dengan perbincangan soal Joker.

Satu di antara isu yang hangat dibahas adalah tentang pro dan kontra anak di bawah umur yang ikut menonton Joker.

Padahal rating R dan 17+ terpampang pada poster film.

Rating R dan 17+ sendiri artinya film tersebut tak boleh ditonton anak di bawah umur.

Baca: Film Joker Raup Rp 3,26 Triliun Dalam Sepekan, Tumbangkan Rekor Venom

Baca: Karakter Joker yang Suka Menangis dan Tertawa Itu Bukan Fiksi, Itu PBA Penyakit di Bagian Otak

Baca: Joker Lebih dekat Ke Filsafatnya Nietzsche dan Albert Camus Daripada Psikopat, Atau Membingungkan?

Bukan film untuk anak

Di Amerika, film Joker diberi rating R.

Sementara di Indonesia, situs resmi Lembaga Sensor Film (LSF) mengklasifikasikan Joker sebagai film 17+.

Untuk informasi, rating R (Restricted) artinya terbatas.

Anak-anak di bawah usia 17 tahun yang menonton film rating R harus didampingi orangtua atau orang dewasa.

Halaman
1234
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved