News

Kesaksian Warga Manado yang Selamat Saat Kerusuhan di Wamena, Max Mengaku Trauma

Seorang warga asal Siau, Max Djurian saat ditemui menceritakan kesaksiannya saat kerusuhan di Wamena, Papua.

Kesaksian Warga Manado yang Selamat Saat Kerusuhan di Wamena, Max Mengaku Trauma
Dewangga Ardhiananta/Tribun Manado
Situasi Rombongan Warga Manado dari Wamena Saat Turun di Lanud Sam Ratulangi, Kamis (10/10/2019/. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 42 warga Sulawesi Utara dari Wamena tiba di Lanud Sam Ratulangi pukul 10.14 Wita, Kamis (10/10/2019).

Mereka adalah korban kerusukan di Wamena akhir bulan September lalu.

Seorang warga asal Siau, Max Djurian saat ditemui menceritakan kesaksiannya saat kerusuhan di Wamena, Papua.

"Semua kios di pasar terbakar dan juga rumah saya pada saat kejadian itu 23 September 2019," kata Max saat di wawancarai tribunmanado.co.id Kamis (10/10/2019).

Api sudah diatas plafon dan kami masih ada di dalam.

"Saya keluar dari rumah hanya dengan pakaian di badan tidak membawa apa-apa," ucap Max nampak tegar.

Kejadian bermula waktu pagi sekitar pukul 07.00 WIT.

"Banyak yang terbakar, tidak terhitung semua ruko-ruko dan pasar dibakar oleh orang yang tidak dikenal," tutur Max dengan nada agak meninggi.

"Saya menginap di Polres setempat sekitar satu minggu," ujar pria berusia 60 tahun itu.

Ada juga yang menginap di Kodim.

Halaman
12
Penulis: Dewangga Ardhiananta
Editor: Maickel_Karundeng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved