NEWS

Januari 2020 Tidak Ada Lagi Distribusi Minyak Goreng Curah, Apa Kandungan dan Bahayanya, Simak Ini

Pemerintah pusat berharap nantinya tidak ada lagi minyak goreng curah yang didistribusikan kepada masyarakat.

Januari 2020 Tidak Ada Lagi Distribusi Minyak Goreng Curah, Apa Kandungan dan Bahayanya, Simak Ini
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Minyak goreng curah di Pasar Kumbasari, Denpasar, Bali, Selasa (8/10/2019). Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar, Apa Saja Bahayanya Bagi Kesehatan? 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah pusat berharap nantinya tidak ada lagi minyak goreng curah yang didistribusikan kepada masyarakat. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berharap mulai Januari 2020 tidak ada lagi distribusi minyak goreng curah.

Tak ada lagi minyak goreng curah yang disalurkan tersebut untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi. Salah satunya adalah melalui program pengalihan minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan.

Sebenarnya, program ini telah dilakukan sejak 2014 melalui penerbitan kebijakan minyak goreng kemasan yang mulai diberlakukan pada 1 April 2017.

Kebijakan tersebut ditunda karena belum siapnya produsen minyak goreng untuk memperluas unit pengemasan dan menumbuhkan industri pengemasan di daerah.

Lantas, apa sebenarnya minyak goreng curah? Mengapa perlu dilakukan pengalihan minyak goreng curah dalam peningkatan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi ini?

Melansir dari Jurnal Ilmiah Farmasi, Pharmacon, perbedaan minyak goreng curah dengan minyak goreng kemasan pada dasarnya terletak pada penyaringannya.

Penyaringan ini berpengaruh terhadap kualitas minyak goreng.

Baca: Selamat Tinggal Minyak Goreng Curah, Tahun 2020 Wajib Dalam Kemasan

Baca: Ingin Minyak Goreng Selalu Jernih Meski Sudah Digunakan, Ikuti Tips Ini

Baca: HATI-HATI, Minyak Goreng yang Dipakai Berulang Berbahaya untuk Kesehatan

Minyak goreng curah mengalami satu kali penyaringan, sedangkan minyak goreng kemasan mengalami dua kali penyaringan.

Berdasarkan persyaratan SNI, minyak goreng curah cenderung tidak memenuhi pada satu kriteria, yaitu syarat bilangan peroksida.

Angka peroksida menunjukkan tingkat kerusakkan minyak karena oksidasi.

Halaman
12
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved